Kompas.com - 16/10/2018, 06:13 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi
|
Editor Wisnubrata

Pertemuan tersebut berbentuk seperti sesi konsultasi yang dilakukan di Poli Psikiatri RSCM. Beberapa pertanyaan ditanyakan, misal alasan bermain games, pribadi Afit hingga lingkungan sekitarnya.

Pada pertemuan keempat, akan kembali dilaksanakan tes.

“Minggu depan mau ada lagi satu tes final, (untuk tahu) dikasih obat atau enggak. Dari kemarin belum dikasih obat apa-apa,” kata Afit bercerita.

Pada waktu SMA, Afit sebetulnya mulai bermain Mobile Legends karena coba-coba. Namun, ia mengaku keasyikan dan pada akhirnya keterusan.

Afit sempat berkeinginan untuk mengikuti unit kegiatan mahasiswa (UKM) fotografi. Namun, hal itu urung dilakukan karena kesibukan semester awal kuliah yang terlalu padat.

Di balik aktivitas bermain games tersebut, sebetulnya Afit sempat berkeinginan untuk serius dan mengikuti turnamen yang ada. Namun, karena games tersebut dimainkan secara tim, faktor kecocokan waktu menjadi kesulitan lain.

“Kemarin kan sempat main di sekitar kampus, tapi belum tentu saat kita luang teman juga luang. Jadi ya sudah mundur (turnamen) dulu saja,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Bermain Game Mampu Hilangkan Stres. Benarkah?

Dari sejumlah pertemuan yang sudah dilakukannya dengan dr. Siste, Afit menunjukkan usahanya untuk berubah dari kebiasaan main games yang membuat banyak aktivitas lainnya terbengkalai.

Apalagi, ibu Afit pernah bercerita bahwa kuliah putranya saat ini adalah double degree alias bisa mendapatkan satu lagi gelar dari universitas mitra. Afit, kata sang ibu, ingin sekali pergi ke Jepang.

“Yaa berubahnya perlahan ya, enggak bisa langsung,” ucap Afit.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.