4 Cara Tetap Bahagia meski Dikelilingi Orang-orang Negatif

Kompas.com - 03/12/2018, 12:02 WIB
Ilustrasi gembirashutterstock Ilustrasi gembira


KOMPAS.com  - Pernah dengar kutipan terkenal, “Bahagia itu kita sendiri yang menciptakan, bukan orang lain,”? Memang sebenarnya kamu sendirilah yang bisa mengendalikan emosi diri.

Akan tetapi, tidak semua orang mampu mengatur naik turunnya emosi. Terkadang, pengaruh dari lingkungan dan orang-orang sekitar turut mengubah mood hingga 180 derajat.

Nah, yang selalu menjadi pertanyaan sampai saat ini, sebetulnya ada tidak cara agar hidup bahagia meski hadir di tengah orang-orang yang negatif?

Sebelum menyalahkan orang lain, kita sebaiknya tahu bahwa otak kita ikut berperan menentukan suasana hati kita. Ya, otak merupakan organ tubuh yang sangat peka terhadap semua hal, dari yang berbau negatif sampai positif.

Baca juga: Hidup Lebih Tenang dengan Mengusir Pikiran Negatif

Sinyal yang ditangkap otak akan diteruskan ke sel-sel saraf dalam tubuh untuk memberikan respons tertentu. Entah itu marah, kecewa, sedih, hingga bahagia. Karena itu, sebenarnya kunci agar hidup bahagia adalah mengendalikan emosi dan respons kita terhadap hal-hal negatif.

Namun, harus mulai dari mana? Ini dia langkah-langkahnya!

1. Cari tahu pemicu emosi negatif

Ilustrasi lingkungan negatifshutterstock Ilustrasi lingkungan negatif
Semua hal yang terjadi pasti ada penyebabnya, termasuk mengapa kamu merasa dikelilingi oleh hawa negatif dari orang-orang sekitar. Sebagai langkah awal, kenali akar masalah dari rasa tidak nyaman tersebut.

Mungkin kamu merasa risi karena mendengar teman yang membicarakan kejelekan orang lain di belakang, berada di sekitar para pembenci, dijadikan sasaran kemarahan oleh pasangan yang sedang disulut emosi, atau teman kantor yang bertingkah seenaknya.

Berusaha mencari tahu hal tersebut satu per satu, perlahan tapi pasti akan membantu untuk menyadari faktor apa saja yang menciptakan aura negatif di sekitar kamu.

Baca juga: Tinggal di Lingkungan Buruk Jadi Penyebab Stres Anak

2. Fokus pada hal yang bisa dikendalikan

Ilustrasi mengendalikan emosishutterstock Ilustrasi mengendalikan emosi
Ada banyak hal yang tak bisa kamu kendalikan di dunia ini, misalnya kondisi jalanan ketika berangkat ke sekolah, kampus, atau kantor. Berusaha mengendalikan hal-hal di luar kuasa kita akan bikin susah bahagia. Maka itu, kuncinya adalah fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan.

Misalnya jalanan macet parah, yang bisa dikendalikan adalah reaksi kita sendiri. Sadari bahwa kemacetan itu di luar kendalimu.

Yang bisa dilakukan yaitu fokus mencari jalan alternatif atau jalan pintas atau mencari kesibukan di tengah kemacetan seperti membalas chat atau e-mail supaya waktu tidak terbuang sia-sia. Selain mengalihkan perhatian dari emosi negatif, kamu juga bisa menjadi lebih produktif.

Halaman Berikutnya
Halaman:


Sumber

Close Ads X