Rumah Mode Chanel Hentikan Penggunaan Bulu dan Kulit Binatang Eksotis - Kompas.com

Rumah Mode Chanel Hentikan Penggunaan Bulu dan Kulit Binatang Eksotis

Kompas.com - 05/12/2018, 10:13 WIB
Busana dengan bulu binatang palsu Busana dengan bulu binatang palsu

KOMPAS.com - Chanel telah melarang penggunaan bulu dan kulit binatang eksotis untuk koleksinya.

Langkah ini dilakukan untuk mempertahankan standar etika dan mengikuti tuntutan dari para aktivis hak-hak binatang.

Baca juga: Koleksi Fall 2019 Tandai Coach Tak Lagi Pakai Bulu Binatang

Rumah mode Perancis itu mengumumkan akan berhenti memproduksi pakaian dan aksesoris yang terbuat dari bulu binatang eksotis, serta kulit seperti buaya, dan ular.

Jurubicara Chanel mengatakan, keputusan ini diambil karena mustahil untuk memperoleh produk yang memenuhi prinsip perusahaan.

"Di Chanel, kami terus meninjau rantai pasokan kami untuk memastikan mereka memenuhi harapan integritas dan kemudahan jangkauan," ucap dia.

Dalam konteks ini, pihak Chanel mengatakan sulit untuk mendapatkan kulit eksotis yang sesuai dengan standar etika mereka.

Kebijakan baru ini juga berlaku untuk meningkatkan peluang menciptakan generasi baru produk-produk kelas atas.

Langkah ini disambut sebagai keberhasilan kampanye yang dilakukan oleh aktivis gerakan perlakuan etis terhadap Hewan (PETA).

Tracy Reiman, Wakil Presiden Eksekutif PETA, mengatakan keputusan Chanel untuk tak lagi mengenakan bulu dan kulit binatang telah disambut gembira.

Selama beberapa dekade, PETA telah menyerukan kepada rumah mode untuk memilih kemewahan dalam fesyen tanpa kekejaman kepada binatang.

Sekarang saatnya bagi rumah mode lain, seperti Louis Vuitton, untuk mengikuti jejak dari Chanel ini.

Baca juga: Pria akan Dominasi Industri Fesyen?

Direktur kreatif Chanel, Karl Lagerfeld, adalah orang yang memperkenalkan penggunaan kulit seperti bulu tikus, kelinci, dan tupai ke dalam desainnya.

PETA percaya tidak ada lagi argumen yang meyakinkan untuk penggunaan produk-produk hewani.

Lagi pula, kemajuan dalam tekstil telah membuat kulit imitasi dan kulit vegan, hampir tidak dapat dibedakan dari kulit binatang asli.

Tahun lalu, Gucci mengumumkan langkah serupa dengan berjanji untuk tidak menggunakan cerpelai, anjing hutan, rakun, rubah, atau binatang lain yang dikembangbiakan atau ditangkap hanya untuk dimanfaatkan bulunya.

Pada 2016, desainer Italia Giorgio Armani mengumumkan merek-mereknya akan mengakhiri penggunaan bulu binatang.

"Ini mencerminkan perhatian kita terhadap isu-isu kritis perlindungan serta merawat lingkungan dan hewan," ucapnya.

Vivienne Westwood, Calvin Klein, dan Ralph Lauren juga menerapkan konsep serupa.

Akhir-akhir ini, banyak merek telah menggunakan bulu binatang palsu karena mereka mengaanggap penggunaan bulu asli adalah hal yang ketinggalan zaman.

"Menggunakan bulu asli itu kuno. Itu tidak relevan, tidak seksi, tidak modis, dan tidak keren," ucap Stella McCartney, peracang asal Inggris.

Chanel bergabung dengan label lain seperti ASOS, Nike, Nine West, Puma dan banyak lainnya yang telah melarang penggunaan kulit hewan eksotis.



Close Ads X