Kompas.com - 10/01/2019, 06:29 WIB
Ilustrasi mengukur lingkar perut PhotodiscIlustrasi mengukur lingkar perut
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Masyarakat saat ini banyak dibanjiri informasi seputar penurunan berat badan

Dari semua informasi yang beredar, tak semuanya tepat. Bahkan, ada beberapa mitos yang beredar di masyarakat namun masih dipercaya sebagai cara efektif menurunkan berat badan.

Berikut tiga mitos penurunan berat badan, seperti dilansir dari dailymail.com.

Apakah kamu salah satu yang percaya?

1. Pembatasan kalori adalah kunci

Ilustrasi menghitung kalorijuststock Ilustrasi menghitung kalori
Fitness guru sekaligus mantan pelatih Biggest Loser, Tiffiny Hall menjelaskan pada Body&Soul, pembatasan kalori yang berlebihan bisa membuat tubuh kekurangan nutrisi penting, seperti protein dan karbohidrat. Padahal, keduanya mampu membantu pembakaran lemak dan membangun otot.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pembatasan kalori berlebih justru berpotensi membuat kita menjadi binge eater atau makan berlebih setelahnya.

Sementara itu, pelatih kesehatan tersertifikasi holistik Lee Holmes mengatakan bahwa berat badan sehat yang bertahan dalam jangka panjang tidak hanya dihasilkan karena pembatasan atau pembakaran kalori.

"Beberapa makanan rendah kalori justru bisa merusak tubuh, seperti snack bar 100 kalori yang mengandung banyak gula buatan dan bisa membuat kita kembung," kata Holmes.

2. Harus menghabiskan waktu berjam-jam di gym

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.