Kompas.com - 14/01/2019, 14:33 WIB
Ilustrasi digigit nyamuk shutterstockIlustrasi digigit nyamuk
Penulis Mela Arnani
|
Editor Bayu Galih

KOMPAS.com - Seiring intensitas hujan yang meningkat di beberapa wilayah, tak dapat dipungkiri akan memunculkan beberapa penyakit, salah satunya demam berdarah dengue (DBD).

Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Sebab, apabila tidak tertangani dengan baik, DBD dapat menyebabkan kematian.

Dari data yang diterima Kompas.com dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pada 2018, terdapat 336 kasus tersebar di 34 provinsi.

Di situs resmi Kemenkes, 22 provinsi di antaranya terjadi peningkatan kasus. Dari 22 provinsi tersebut, terdapat beberapa wilayah yang masuk kategori kejadian luar biasa, yaitu Kabupaten Kapuas, Provinsi Sulawesi Utara, Kota Manado, dan Kabupaten Manggarai Barat.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, pihaknya telah melakukan penanggulangan terkait kasus DBD ini.

"November sudah ada surat edaran kewaspadaan peningkatan kasus DBD kepada para gubernur untuk waspada dan melakukan tindakan pencegahan," kata Nadia kepada Kompas.com, Senin (14/1/2019).

Adapun upaya pencegahan tersebut di antaranya mengaktifkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk dengan kegiatan 3M+.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tindakan 3M+ dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat dengan menutup semua tampungan air atau sumber air, menguras bak mandi, dan mendaur ulang barang bekas untuk mengurangi peluang

"Plusnya (3M+) menggunakan ikan pemakan jentik. Jadi apabila di dalam rumah ada tanaman berisikan air, nah air itu juga bisa menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk penyebab demam berdarah. Sebaiknya di sana ada ikan pemakan jentik nyamuk," ujar dia.

Baca juga: Ratusan Tahun Berperang Melawan Nyamuk Aedes, Mengapa Manusia Tetap Gagal?

Tak hanya itu, Nadia menyampaikan, pencegahan juga dapat dilakukan dengan fogging dan menaburkan larvasida untuk membunuh larva nyamuk, di tempat yang tidak mungkin dilakukan pengurasan air atau mengeringkan air.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.