Jangan Abaikan Kebersihan Talenan untuk Memasak

Kompas.com - 25/06/2019, 15:00 WIB
Hindari menggunakan pisau dan talenan yang sama saat mengolah produk hewani mentah dan makanan matang atau produk segar lainnya. Bakteri dari bahan mentah dapat mencemari makanan matang dan segar Anda. www.shutterstock.com Hindari menggunakan pisau dan talenan yang sama saat mengolah produk hewani mentah dan makanan matang atau produk segar lainnya. Bakteri dari bahan mentah dapat mencemari makanan matang dan segar Anda.

KOMPAS.com - Setiap makanan tentu harus diolah dengan cara yang bersih dan aman. Bukan cuma dimasak dengan suhu yang tepat, proses persiapannya juga penting.

Untuk mencegah keracunan makanan dan kontaminasi bakteri pada makanan kebersihan talenan yang kita gunakan juga perlu diperhatikan.

Bakteri dapat tumbuh subur di tempat-tempat yang tak terduga, termasuk pada talenan yang biasa kita gunakan untuk memasak.

Siapkan talenan atau papan pemotong yang berbeda untuk daging karena segala jenis daging mengandung bakteri, baik daging sapi, unggas atau makanan laut.

Bila kita menggunakan talenan untuk memotong daging, bakteri dapat bertahan di celah-celah talenan meski telah dicuci dengan sabun dan air panas.

Daging yang dimasak dengan suhu yang tepat memang dapat meminimalisir adanya bakteri. Namun, hal ini tak berlaku untuk buah-buahan dan sayuran.

Memotong sayur atau buah dengan talenan yang juga dipakai untuk memotong daging akan menyebabkan kontaminasi silang.

Baca juga: Bahaya Lem Daging dalam Makanan Olahan

Karenanya sediakan dua atau lebih talenan. Satu talenan khusus untuk memotong daging mentah dan yang lain untuk sayur atau buah.

Selain itu, perhatikan juga bahan talenan yang kita gunakan. Talenan kayu mungkin terlihat bagus dan lebih artistik namun memiliki pori-pori yang bisa jadi tempat bersembunyi kuman.

Talenan kayu tidak direkomendasikan untuk memotong daging, sebaliknya gunakan talenan akrilik atau pun kaca.

Talenan kayu sebaiknya hanya digunakan untuk memotong buah, sayur, keju dan roti.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X