Pico Derma, Perawatan Kulit Terbaru demi Atasi Masalah Kulit Wajah

Kompas.com - 15/09/2019, 18:00 WIB
Laser Pico Derma yang baru diluncurkan oleh Dermaster Indonesia. KOMPAS.com/Nabilla TashandraLaser Pico Derma yang baru diluncurkan oleh Dermaster Indonesia.

KOMPAS.com - Minat masyarakat pada perawatan di klinik kecantikan terus meningkat dari waktu ke waktu.

Hal ini bisa dilihat salah satunya dari jenis-jenis perawatan baru yang terus bermunculan.

Keinginan memiliki kulit cantik terus bertambah, namun di sisi lain semua orang ingin perawatan yang dilakukannya tidak menimbulkan rasa sakit dan minim waktu pemulihan (downtime).

Untuk itu, Klinik kecantikan Dermaster Indonesia memperkenalkan perawatan terbarunya, Pico Derma.

Head Doctor Dermaster Permata Hijau Dr. Stiven Eli menjelaskan, Pico Derma adalah teknologi laser dengan durasi tembakan paling singkat.

Baca juga: Jelang Usia 60 Tahun, Chintami Atmanegara Pilih Perawatan Kulit di Klinik

Sehingga, hasilnya lebih aman dan tidak membakar kulit. "Ada satuan detik, mili detik, nano detik, pico detik. Tidak semua laser di pasaran mampu menembak dengan durasi pico detik."

Hal itu diungkapkan Stiven dalam peluncuran perawatan Pico Master di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Pico Derma diklaim mampu mengatasi masalah kulit wajah mulai dari masalah pigmentasi, flek, menghilangkan bekas luka, dan lainnya.

Hasil maksimal bisa terlihat setelah tiga hingga lima kali perawatan, namun hal ini bergantung pula pada respons kulit masing-masing orang.

Untuk flek dangkal, hasil bahkan sudah bisa terlihat pada perawatan pertama.

Biaya

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X