Burgreens, Kisah Panjang Soal Penyakit dan Kemenangan Gaya Hidup Sehat

Kompas.com - 07/10/2019, 09:01 WIB
Kale pinneaple smoothie by Max Mandias Burgreens. KOMPAS.com/Nabilla TashandraKale pinneaple smoothie by Max Mandias Burgreens.

Bahan-bahan yang paling sering digunakan oleh Burgreens antara lain jamur, kedelai, nanas, pisang, dan lainnya.

Tak hanya bereksperimen dengan kreasi menu makanan, mereka juga bereksperimen dengan rasa.

Baca juga: Cara Menghargai Diri Sendiri, untuk Self-Esteem yang Sehat

Sehingga, bahan-bahan makanan yang dianggap kurang sehat bisa digantikan bahan lainnya.

Misalnya, mengganti saus tiram di salah satu menu dengan jus nanas.

"Kami coba gimana caranya mendekonstruksi dari bahan enggak sehat, kami ganti. Nah, kemarin kami ketemu bahwa jus nanas bisa menggantikan saus tiram," tutur Helga.

Kesadaran hidup sehat

Saat ini, pola makan sehat sudah cukup umum dijalani. Tempat makan yang menyediakan bahan dan menu makanan sehat pun sudah banyak ditemukan.

Namun, bukan berarti bisnis Burgreens tak menemui berbagai tantangan dalam perjalanannya selama enam tahun beroperasi.

Helga mengatakan, tiga tahun pertama Burgreens melakukan edukasi pasar. Sebab, saat itu masih banyak masyarakat yang menganggap harga makanan berbahan dasar nabati terlalu mahal.

"Rata-rata customer tanya, kok sayur mahal? Kenapa organik? Kenapa plant-based? Emangnya good enough nutrition?" kata Helga menirukan pertanyaan para pelanggannya saat itu.

Pada tahun ketiga, kesadaran pasar terhadap makan sehat sudah mulai terbentuk.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X