Apa Benar Obat Peninggi Efektif untuk Meninggikan Badan?

Kompas.com - 11/10/2019, 13:37 WIB
Ilustrasi mengukur tinggi badan shutterstockIlustrasi mengukur tinggi badan
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Memiliki badan yang tinggi mungkin menjadi impian banyak orang. Tidak hanya pria saja, ada juga wanita yang ingin dikaruniai badan jangkung.

Selain bisa membuat lawan jenis tertarik, memiliki badan tinggi memberikan banyak manfaat. Sebuah studi dari Universitas Edinburgh menemukan bahwa orang tinggi cenderung lebih pintar, lebih rendah kemungkinan terkena penyakit demensia, hingga lebih bahagia.

Tidak heran, banyak produk obat peninggi badan yang dijual di pasaran. Akan tetapi, apakah manfaatnya benar bisa dirasakan oleh konsumennya?

Mungkin kamu pernah mendengar, meminum obat peninggi badan dan dibarengi dengan olahraga, membuat badan akan meninggi dengan sendirinya. Faktanya, penjelasan tentang efektivitas obat peninggi badan tidak sesederhana itu.

Menurut sebuah penelitian, segala macam trik untuk meninggikan badan, termasuk nutrisi dan olahraga, tidak akan berfungsi lagi ketika usia seseorang menginjak 19 tahun untuk pria, dan 16 tahun untuk wanita.

Baca juga: Ini Jenis Olahraga yang Bikin Tinggi, Mitos atau Fakta?

Jika disimpulkan, obat peninggi badan tidak akan efektif jika dikonsumsi oleh mereka yang sudah melewati batas usia tersebut.

Kenapa obat peninggi badan tidak efektif?

Alasan mengapa seseorang tidak bisa meninggikan badan adalah faktor tulang, terutama lempeng epifisis. Bagian tersebut adalah ‘dalang’ yang berperan sebagai penentu tinggi atau tidaknya seseorang.

Peningkatan tinggi terjadi karena adanya pemanjangan tulang panjang, yang berada di dekat area tulang rawan lempeng epifisis. Saat lempeng epifisis masih aktif dan terbuka, pertumbuhannya pun masih berjalan.

Mendekati masa akhir pubertas, perubahan hormon menyebabkan lempeng epifisis mengeras atau ‘menutup’. Perpanjangan tulang pun akhirnya berhenti.

Selain itu masih ada faktor lain yang berpengaruh. Berikut adalah beberapa faktor yang menentukan tinggi seseorang saat lempeng epifisisnya masih terbuka:

  • Genetik
  • Jenis kelamin
  • Nutrisi
  • Olahraga

Dari keempat faktor di atas, genetik menjadi yang utama. Pemikiran sederhananya, jika orangtua tinggi, maka anak mereka kemungkinan besar akan tinggi juga.

Baca juga: Seberapa Besar Faktor Keturunan Memengaruhi Tinggi Badan Anak?

Jenis kelamin juga menjadi faktor biologis yang berperan dalam menentukan tinggi total seseorang. Wanita cenderung memiliki potensi total tinggi yang lebih rendah dibandingkan pria.

Tips meninggikan badan 

Jika kamu masih dalam masa pertumbuhan, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meninggikan badan. Cara-cara ini patut dicoba karena efektivitasnya sudah teruji oleh studi dan penelitian.

Baca juga: Kapan Tinggi Badan Anak Laki-laki Akan Berhenti Tumbuh?

Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk meninggikan badan di usia masa pertumbuhan:

Tetap aktif bergerak

Jadilah anak yang aktif, misalnya rajin berolahraga. Kegiatan ini bisa memperkuat tulang dan otot sehingga hormon pertumbuhan pun terus bertambah. Dengan kata lain, badan tinggi bisa diraih.

Makanan sehat

Mengonsumsi makanan sehat, seperti buah, sayur, protein, hingga produk susu, berperan penting dalam merangsang pertumbuhan badan. Selain itu, batasi makanan mengandung gula, lemak trans, dan lemak jenuh.

Vitamin D, yang terkandung pada makanan seperti ikan tuna hingga kuning telur, juga sangat krusial terhadap pertumbuhan tulang.

Selain itu mineral kalsium juga dibutuhkan untuk membentuk tulang yang sehat, makanan dan minuman yang mengandung kalsium, seperti susu, keju, ikan salmon, ikan sarden, tofu, dan yogurt.

Tidur yang cukup

Tidur juga menjadi faktor penting untuk meninggikan badan saat masa pertumbuhan. Sebab, hormon pertumbuhan manusia diproduksi saat seseorang tertidur. Berikut adalah jam tidur yang disarankan berdasarkan kategori usia:

- Bayi berusia 3 bulan disarankan tidur 14-17 jam per hari

- Bayi berusia 3-11 bulan disarankan tidur 12-17 jam per hari

- Balita berusia 1-2 tahun disarankan tidur 11-14 jam per hari

- Anak 3-5 tahun disarankan tidur 10-13 jam per hari

- Anak 6-13 tahun disarankan tidur 9-11 jam per hari

- Remaja 14-17 tahun disarankan tidur 10 jam per hari

- Remaja 18 tahun disarankan tidur 9 jam per hari.

Jika kamu masih berada dalam masa pertumbuhan, penuhi waktu tidur sesuai usia, dan rasakan manfaat kesehatannya.

Bagi yang sudah tidak dalam masa pertumbuhan, lebih baik pikirkan bagaimana mempertahankan tinggi badan. Sebab, setelah usia 40 ke atas, osteoporosis bisa merenggut tinggi badan sebanyak satu inci setiap 10 tahunnya.

Berhenti merokok, istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan yang kaya kalsium dan nutrisi, hingga berolahraga dipercaya mampu menjaga postur badan tetap sehat.

Baca juga: Siapa yang Akan Tumbuh Lebih Tinggi, Kakak Atau Adik?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X