Sulit Tidur Bisa Jadi karena Terlalu Banyak Konsumsi Gula

Kompas.com - 14/01/2020, 08:15 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Kita semua tahu bahwa gula jahat dan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jumlah yang terlalu besar.

Meski begitu, tetap saja banyak dari kita yang menikmatinya bersama minuman favorit, seperti teh atau kopi.

Terlalu banyak gula bisa menyebabkan berat badan berlebih, gigi rusak, dan meningkatkan risiko diabetes.

Namun, tahukah kamu bahwa konsumsi gula berlebih juga bisa mengganggu kualitas tidur kita? Di sisi lain, ketika kita kurang tidur, tubuh cenderung menginginkan lebih banyak gula.

Baca juga: Penuaan Dini, Bahaya Gula yang Jarang Disadari

Hal itu ditemukan dalam sebuah studi bertajuk Fiber and Saturated Fat Are Associated with Sleep Arousals and Slow Wave Sleep yang dipublikasikan di Journal of Clinical Sleep Medicine (2016).

Menurut Michael Breus atau yang biasa dikenal sebagai sleep doctor (dokter tidur), psikolog klinis asal Amerika Serikat yang memiliki spesialisasi gangguan tidur, terlalu banyak konsumsi gula bisa memicu keinginan makan di malam hari karena level gula darah yang sulit terkontrol.

Kondisi itu akan berdampak pada tidur dan keinginan makan gula yang lebih besar di kemudian hari.

Konsumsi terlalu banyak gula di malam hari bisa mengganggu kesehatan kita. Ahli gizi Alex Evans menjelaskan, konsumsi gula menyebabkan level gula darah meningkat dan pankreas melepaskan insulin.

Kondisi ini membantu gula dibawa kembali ke dalam sel dan memberikan mereka bahan bakar untuk berjalan.

"Makan gula larut malam bisa memberi tubuh kita stimulasi berlebih. Gula memberi tubuh kita energi dan membuat kita siap beraktivitas, tetapi bukan itu yang kita inginkan di malam hari karena malam hari dirancang untuk beristirahat," ujarnya.

Baca juga: Pemanis Bukan Cuma Gula, Kenali 7 Jenisnya

Terapis gizi sekaligus penulis Good Mood Food dan De-Stress Effect, Charlotte Watts mengatakan, gula akan menghabiskan banyak magnesium, padahal tubuh membutuhkan magnesium untuk lebih mudah tertidur.

Oleh karena itu, sebelum tidur hindari konsumsi makanan dan minuman tinggi gula seperti cokelat, yang mengandung kafein dan stimulan lainnya.

Seorang peneliti pola tidur, Dr Paul Kelley sepakat dengan keterkaitan asupan gula tinggi dan tidur yang terganggu, namun ia mengingatkan pentingnya data yang lebih banyak sebelum kausalitasnya lebih dipahami.

"Apakah makan makanan manis membuat kita tidur lebih sedikit atau tidur lebih sedikit membuat kita makan makanan manis?" katanya.

Kelley menambahkan, rata-rata orang dewasa membutuhkan setidaknya waktu tidur selama tujuh jam.

Jika lebih sedikit dari itu kita akan membutuhkan sesuatu untuk menambah energi jangka pendek. Kombinasi pola makan dan tidur yang buruk juga mengganggu kesehatan.

"Makanan tinggi gula cenderung akan mengganggu tidur kita, maka hindari makan dua jam sebelum tidur," ujarnya.

Baca juga: Mana yang Lebih Buruk: Lemak atau Gula?

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X