Anak Suka Berbohong? Lakukan 10 Cara Ini untuk Menghentikannya

Kompas.com - 20/01/2020, 17:50 WIB
Ilustrasi Anak berbohong FreepikIlustrasi Anak berbohong


KOMPAS.com - Anak-anak sering berbohong, karena sebenarnya mereka tidak tahu perbedaan antara kebenaran dan kebohongan.

Anak- anak berbohong untuk menyembunyikan suatu kesalahan yang telah mereka lakukan dan untuk menghindari konsekuensi negatif.

Mereka mungkin berbohong kepada orang dewasa sesuai dengan situasi mereka, misalnya, jika anak-anak ingin bermain, mereka berbohong sudah menyelesaikan pekerjaan rumah.

Sebagai orangtua, kita harus membuat anak-anak menyadari bahwa berbohong adalah kebiasaan buruk dan itu akan membuat mereka kesulitan.

Orangtua perlu menghabiskan waktu bersama anak-anak dan mencoba menjelaskan pentingnya kejujuran, serta menjadikannya peraturan keluarga.

Baca juga: Tiga Tanda Yang Membuktikan Anak Sedang Berbohong

Jika anak-anak sering berbohong, itu akan menjadi tantangan orangtua untuk mengatasinya.

Jika kita melakukan sedikit penyesuaian dalam gaya pengasuhan, masalah ini tak akan sulit diatasi.

Orangtua harus terlebih dahulu menganalisis, mengapa anak-anak mereka berbohong dan apa yang membuat mereka berbohong pada orangtua.

Jadi mari kita lihat apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah ini.

1. Panutan kejujuran

Apapun yang terjadi, orangtua adalah contoh utama untuk anak-anaknya. Menjadi panutan kejujuran berarti hanya mengatakan kebenaran sepanjang waktu.

Misalnya saja, orangtua tidak boleh berbohong tentang usia anak mereka saat membeli tiket masuk taman bermain.

Memang tampak sepele, tapi anak-anak akan selalu meniru apa yang mereka lihat. Sehingga, tanggung jawab orangtua untuk selalu bersikap jujur di manapun dan menjadi panutan yang baik bagi anak-anak.

Baca juga: Bahasa Tubuh yang Menandakan Seseorang Berbohong

2. Jelaskan tentang Kebenaran vs. Kebohongan

Jika seorang anak tahu perbedaan utama antara mengatakan yang sebenarnya dan mengatakan yang bohong, maka dia tidak akan pernah berbohong dalam hidupnya.

Orang tua harus sigap mengambil langkah dan menjelaskan konsekuensi dari kebohongan.

Ajari anak-anak menyeimbangkan kejujuran dengan belas kasih pada tahap awal; ini adalah keterampilan sosial yang harus dipelajari setiap anak dalam hidupnya.

3. Beri Satu Peringatan

Misalnya, ketika mendapati anak berbohong, beri mereka satu peringatan atau kesempatan untuk memerbaiki kesalahan mereka.

Alih-alih memarahi anak, minta mereka untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Juga, buat mereka sadar bahwa jika mereka ketahuan berbohong, maka mereka akan menerima hukuman tambahan.

Baca juga: Pola Asuh “Tiger Mom” Jadikan Anak Pintar Berbohong

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Boldsky
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X