5 Alasan Umum Ditolaknya Pelamar Kerja

Kompas.com - 17/02/2020, 09:26 WIB
Ilustrasi melamar kerja ShutterstockIlustrasi melamar kerja

KOMPAS.com - Mendapat hadiah undian atau ungkapan cinta diterima oleh kekasih mungkin adalah dua hal yang terasa sangat menyenangkan dalam hidup.

Namun, ada hal lainnya yang tak kalah menyenangkan dan melegakan, yaitu diterima bekerja.

Perasaan bahagia itu bisa bertahan hingga berhari-hari, namun tidak semua orang cukup beruntung untuk mendapatkan panggilan kerja impiannya karena banyaknya kandidat yang juga melamar di posisi yang sama.

Baca juga: Hindari, Melamar Kerja untuk Lebih dari 1 Posisi di 1 Perusahaan

Tak menutup kemungkinan seseorang juga membuat kesalahan yang sama berkali-kali ketika melamar pekerjaan.

Jika kamu merupakan satu-satunya, jangan berkecil hati, cobalah lihat kembali apakah kamu melakukan salah satu kesalahan di bawah ini?

1. Tidak sesuai kualifikasi

Ada alasan mengapa para pemberi kerja menyebutkan secara spesifik jumlah tahun pengalaman kerja atau kualifikasi edukasi tertentu yang dibutuhkan untuk suatu pekerjaan.

Menurut sebuah survey terbaru, lebih dari 50 persen lamaran kerja ditolak karena para kandidat tidak memenuhi kualifikasi yang diminta.

Beberapa pelamar mungkin punya pengalaman kerja terlalu banyak dari yang dibutuhkan (over qualified) dan sebagian lainnya justru kurang pengalaman (under qualified). Dua-duanya menjadi alasan yang valid bagi para pelamar untuk menolak mereka.

Baca juga: Penting, Tunjukkan Soft Skill Saat Wawancara Kerja

2. Melamar lebih dari batas waktu

Semua pelamar, terutama pekerjaan di pemerintahan atau sektor publik memiliki aturan yang sangat ketat.

Mereka tidak akan pernah mempertimbangkan lamaran kerja yang dimasukkan melewati batas waktu yang ditentukan.

Jadi, penting bagi para kandidat untuk tahu batas penerimaan lamaran kerja sehingga tidak ketinggalan.

3. Tidak profesional di media sosial

Media sosial menjadi bagian dari hidup kita, namun masih banyak orang yang mengabaikan pentingnya menjaga perilaku bermedia sosial.

Banyak pemberi kerja melihat isi media sosial pelamar untuk mengetahui apa yang ditulis atau dibagikan oleh mereka, sebab hal ini sangat merefleksikan proses berpikir seseorang.

Jadi, jika kamu kerap berbagi pandangan politik kontroversial atau konten-konten yang tidak etis di media sosialmu, kemungkinan pemberi kerja tidak terlalu menyukainya dan kemungkinan lamaran kerjamu ditolak akan lebih besar.

Baca juga: 4 Jawaban dalam Wawancara Kerja bagi Kandidat yang Lampaui Kualifikasi

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X