Perjalanan Panjang Segelas Susu Segar

Kompas.com - 25/02/2020, 09:57 WIB
Tempat pemerahan sapi di Peternakan Greenfields di Desa Babadan, Malang. KOMPAS.com/Nabilla TashandraTempat pemerahan sapi di Peternakan Greenfields di Desa Babadan, Malang.

MALANG, KOMPAS.com - Di balik segelas susu segar yang tersaji di meja, terdapat proses panjang mulai dari perawatan sapi, pemerahan, hingga proses produksi untuk menjaga agar nutrisi dalam susu tidak rusak.

Menghasilkan susu segar berkualitas diawali dengan menjaga sapi tetap terawat dan bahagia. Lho, bahagia?

Jika ada waktu, main-main lah ke peternakan sapi terintegrasi milik Greenfields Indonesia, tepatnya di Desa Babadan, Malang, Jawa Timur, untuk melihat prosesnya.

Di sana terdapat ribuan sapi jenis Holstein dan Jersey, baik sapi dewasa maupun anak yang diimpor dari Australia dan dikembangbiakkan secara lokal.

Sapi yang terawat dan bahagia akan menghasilkan susu berkualitas. Setiap sapi di peternakan Greenfields bisa menghasilkan rata-rata 32,4 liter per hari.

Head of Farm 1 PT Greenfields Indonesia, Hani Yudayan menjelaskan, perawatan termasuk membersihkan kandang dan mengganti pakan tiga kali sehari.

Sapi juga dimanjakan dengan berbagai pakan bernutrisi mencapai 43 kg setiap harinya.

Baca juga: Mengapa Susu Segar Lebih Berkualitas daripada Susu Bubuk

Sapi di Peternakan Greenfields di Desa Babadan, Malang.KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Sapi di Peternakan Greenfields di Desa Babadan, Malang.

Menurut Hani, sapi-sapi di peternakan Greenfields bak diberi fasilitas hotel bintang 5 yang sangat nyaman dengan tempat tidur dari pasir lembut untuk mencegah berkembang biaknya kuman.

Demi menjaga higienitas, badan sapi juga harus dipastikan bersih sebelum tidur di atas pasir.

"Kenapa pasir? Agar dapat mengikuti bentuk tubuh sapi," ujarnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X