Haruskah Menunda Kehamilan Selama Wabah Virus Corona?

Kompas.com - 26/03/2020, 21:36 WIB
Proses sperma menuju sel telur dalam upaya pembuahan. THIKSTOCKS/PHONLAMAIPHOTOProses sperma menuju sel telur dalam upaya pembuahan.

KOMPAS.com - Merencanakan untuk memiliki bayi adalah keputusan besar. Dan keputusan ini seketika menjadi lebih kompleks karena pandemi virus corona.

Kita pun mulai bertanya-tanya, apakah ini saat yang tepat untuk merencanakan kehamilan? Atau lebih bijaksana jika kita menundanya?

Baca juga: Di Tengah Wabah Corona, yang Kita Butuhkan adalah Ketenangan...

Dilansir dari The Huffington Post, dua dokter kandungan menyarankan kita untuk mempertimbangkan empat hal ini sebelum memutuskan hamil selama pandemi Covid-19:

1. Banyak hal tidak kita ketahui

Sudah berbulan-bulan sejak kasus pertama virus corona terdeteksi di Cina, tetapi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menjelaskan, belum banyak penelitian ilmiah yang menunjukkan kaitan Covid-19 dan kehamilan pada saat ini.

Pakar kesehatan tidak mengetahui apakah wanita hamil lebih mungkin terkena virus daripada orang lain.

Mereka juga BELUM tahu apakah wanita hamil lebih mungkin memiliki gejala parah jika terinfeksi, atau jika sakit karena Covid-19 selama kehamilan dapat melukai bayi dengan cara apa pun.

"Kita tidak tahu banyak," kata Dr. Mary Jane Minkin, profesor klinis kebidanan dan kandungan di Yale University kepada HuffPost.

"Kita sepertinya tidak melihat penularan ke janin," kata Minkin.

Baca juga: 8 Pertanyaan Seputar Wabah Virus Corona dan Ibu Hamil

Itu artinya, jika seseorang yang hamil mendapatkan Covid-19, bukti yang dimiliki sejauh ini menunjukkan tidak adanya penularan virus corona ke bayi selama kehamilan atau persalinan.

Demikian juga, tidak ada bukti virus memasuki ASI, meskipun Dr. Daniel Roshan, spesialis obgyn ibu dan janin di New York City, mengatakan, ada saat di mana menyusui tidak selalu merupakan ide terbaik.

"Jika seorang wanita telah didiagnosis dengan virus corona, disarankan agar ia mengeluarkan ASI dan memberi makan bayi secara tidak langsung, sehingga dia tidak bernapas di dekat bayi yang baru lahir," katanya kepada HuffPost.

Kehamilan dapat menyebabkan beberapa perubahan sistem kekebalan tubuh yang cukup besar, yang menempatkan kita pada risiko lebih tinggi jika kita terserang virus pernapasan lainnya, seperti flu.

Karena terdapat perubahan kekebalan tubuh pada wanita hamil, American College of Obstetricians dan Gynecologists mengatakan, wanita hamil harus dianggap sebagai populasi yang berisiko terkena Covid-19.

Baca juga: Seberapa Rentan Wanita Hamil pada Virus Corona?

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X