Kompas.com - 01/05/2020, 03:15 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Memilih waktu berolahraga di bulan puasa adalah hal yang cukup menantang bagi sebagian orang.

Sebab, jika tidak memilih dengan cermat, kita bisa mengalami berbagai masalah kesehatan seperti dehidrasi atau hipoglikemia (kadar gula darah di bawah normal).

Namun, kondisi ini bisa disiasati dengan memilih waktu olahraga yang tepat.

Baca juga: Olahraga Setelah Waktu Berbuka Puasa, Baik atau Buruk?

"Kalau puasa kan ibaratnya (tubuh kita) diam saja lemas. Sebenarnya, pintar-pintarnya kita mencari waktu yang pas buat berolahraga."

Hal itu diungkapkan oleh Sport Medicine Specialist, dr. Andhika Raspati, Sp.KO dalam sesi Instagram Live bersama dr. Arti Indira M. Gizi, Sp. GK dan dr. Teuku Adifitrian, SpBP-RE (dr. Tompi), Kamis (30/04/2020).

Nah, ada tiga opsi waktu berolahraga yang bisa kamu pilih. Tentunya, perlu pula untuk menimbang sisi positif dan negatifnya untuk disesuaikan dengan aktivitas harianmu di bulan puasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Setelah sahur

Keunggulan berolahraga setelah sahur adalah tubuh kita masih memiliki energi yang besar karena baru saja makan. Kamu bisa berolahraga sekitar 1-2 jam setelah santap sahur.

Pilihan jenis olahraga memang perlu disesuaikan dengan rutinitas olahraga masing-masing orang di hari sebelum Bulan Ramadhan.

Namun, jika ingin memilih olahraga intensitas tinggi, usahakan kamu tidak melakukannya dengan berlebihan untuk menghindari dehidrasi.

"Untuk habis sahur gerakan seperti tabata challenge, calisthenic challenge, dan lainnya yang eksplosif gerakannya, bisa karena gulanya masih tinggi," kata Andhika.

"Tapi, ngerinya kalau bablas terlalu semangat bisa keringatan dan dehidrasi. Kalau sudah dehidrasi dari pagi, menunggu sampai magrib sangat lama."

Untuk menghindari dehidrasi, selain menjaga agar tidak mengeluarkan keringat terlalu banyak, gunakanlah pakaian yang mudah menyerap keringat atau berolahraga di tempat yang sejuk, seperti ruangan berpendingin.

Baca juga: Olahraga Pagi dan Malam, Mana Lebih Baik?

2. Jelang berbuka

Waktu jelang berbuka juga bisa dimanfaatkan untuk berolahraga intensitas ringan atau moderat.

Hindari olahraga yang terlalu berat karena pada waktu tersebut tubuh sedang berada pada kondisi hipoglikemia.

"Kalau sedang kondisi gula sedang rendah kita paksa high intensity, kita bisa blackout, sempoyongan, pingsan," paparnya.

Kamu bisa memilih olahraga seperti jalan kaki atau bersepeda santai dengan durasi yang disesuaikan dengan kemampuan diri, sekitar satu jam sebelum berbuka.

Baca juga: Tips Olahraga Kaki ala Cristiano Ronaldo, Mau Coba?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.