Kompas.com - 04/05/2020, 14:21 WIB
. REPRO BIDIK LAYAR VIA express.co.uk.

KOMPAS.com - Ada beberapa gejala yang bisa diperhatikan ketika seseorang mengalami serangan jantung, misalnya kesulitan bernapas dan rasa sakit di dada.

Serangan jantung disebabkan oleh kekurangan aliran darah yang menuju ke jantung.

Tanpa darah yang cukup, jantung bisa mengalami kerusakan serius, hinga mengancam nyawa.

Setiap orang bisa berisiko mengalami serangan jantung atau infark miokardial mematikan semacam itu.

Baca juga: Trauma dan Kekerasan Masa Kecil Tingkatkan Risiko Sakit Jantung

Gejalanya salah satunya, -ternyata, bisa dilihat dari perubahan tampilan kuku.

Penampilan kuku yang perlu diwaspadai adalah ketika ujung kuku mulai melengkung ke arah bawah. Gejala ini juga dikenal dengan "finger clubbing".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ini bisa menjadi indikasi awal bahwa kita berisiko mengalami serangan jantung mematikan.

Semakin besar kuku akan membuat ujung-ujung kuku terlihat membengkak, sementara ujung-ujung jari bisa memerah dan hangat.

Baca juga: Pertama Kali, G-Shock Bikin Jam Tangan dengan Sensor Detak Jantung

Kondisi ini diyakini disebabkan oleh penurunan level oksigen yang berkaitan dengan penyakit jantung.

"Tanda-tanda peringatan bisa muncul pada kulit dan kuku, itulah mengapa para dermatolog mungkin menjadi dokter pertama yang menyadari bahwa kita mengalami penyakit jantung."

Demikian pernyataan Akademi Dermatologi Amerika Serikat.

"Kuku melengkung ke bawah dan ujung-ujung jari membengkak, mungkin merupakan tanda bahwa kita mengalami infeksi jantung, penyakit jantung, atau masalah paru-paru."

Baca juga: Polusi Udara dan Penyakit Jantung Tingkatkan Risiko Demensia

Bagi banyak orang, tanda-tanda ini dianggap tidak berbahaya. Namun, baik ketika mengalami gejala ini, kita berkonsultasi dengan dokter.

Selain itu, kita juga bisa berisiko mengalami serangan jantung mematikan, jika menyadari adanya garis-garis merah atau ungu di bawah kuku jari.

Garis-garis ini terlihat hampir seperti jaring laba-laba, dan disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah kecil.

Adapun gejala-gejala serangan jantung yang lebih umum adalah sakit dada yang hebat, rasa sakit menjalar di bagian lengan, hingga tiba-tiba merasa sangat pusing.

Baca juga: Cokelat Hitam Baik untuk Jantung, Asalkan...

Namun, risiko serangan jantung bisa dikurangi dengan menerapkan perubahan pola makan dan gaya hidup.

Menerapkan pola makan seimbang dan sehat akan menurunkan risiko penimbunan lemak di arteri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.