Kompas.com - 19/05/2020, 16:26 WIB
Ariel Tatum KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGAriel Tatum

"Yang bisa kita lakukan, tutup kuping sendiri. Gak usah dipusingkan,” tutur Ariel.

Jika hal buruk itu berpengaruh pada kesehatan mental, segeralah pergi ke ahlinya, seperti psikolog.

Jangan ragu, karena kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. “Kenapa kalau sakit fisik kita langsung ke dokter, tapi kesehatan mental kita mikir-mikir,” tutur dia lagi.

Hal ini juga terjadi karena stigma yang terbangun di masyarakat. Ketika seseorang datang ke psikolog, masyarakat melabeli orang itu mengalami gangguan jiwa.

Padahal, gangguan mental bisa terjadi pada siapa pun. Itulah mengapa, ia menyuarakan “Lets End the Shame” beberapa waktu lalu.

Langkah itu diambilnya untuk mematahkan stigma di masyarakat terkait kesehatan mental.

Baca juga: Cyber Bullying Bisa Memicu Keinginan untuk Bunuh Diri

Sebelum ini, Ariel juga sempat mengungkapkan kondisi kesehatan mentalnya.

Ia mengaku mengidap Borderline Personality Disorder (BPD) atau gangguan kepribadian ambang.

Kondisi ini membuatnya berulang kali mencoba bunuh diri. Namun dukungan keluarga, sahabat, menguatkannya untuk melewati hal ini.

Di luar itu, yang paling berpengaruh pada proses terapi BPD adalah diri sendiri. Berbagai informasi kesehatan mental pun ia bagikan di media sosial sebagai bahan edukasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.