H&M Tutup Toko di AS Karena Kematian George Floyd

Kompas.com - 04/06/2020, 15:03 WIB
Pengunjuk rasa membawa poster saat mereka berdemonstrasi dalam unjuk rasa di seluruh negeri menyusul kematian George Floyd saat ditahan oleh polisi Minneapolis, di Long Beach, California, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Patrick T. Fallon/wsj/cfo ANTARA FOTO/REUTERS/PATRICK T. FALLONPengunjuk rasa membawa poster saat mereka berdemonstrasi dalam unjuk rasa di seluruh negeri menyusul kematian George Floyd saat ditahan oleh polisi Minneapolis, di Long Beach, California, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Patrick T. Fallon/wsj/cfo
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Perusahaan pakaian asal Swedia, H&M telah menutup sementara 95 toko mereka di AS.

Penutupan toko ini dilakukan saat terjadi protes besar-besaran di seluruh AS menyusul kematian George Floyd, pria kulit hitam yang tewas setelah ditahan polisi.

Juru bicara H&M mengonfirmasi pada hari Selasa (2/6/2020) bahwa 95 toko telah ditutup sementara karena protes pengunjuk rasa.

Dalam surat terbuka, CEO H&M Group, Helena Helmersson, kemudian menyuarakan dukungan perusahaan untuk komunitas kulit hitam.

H&M mengatakan akan menyumbangkan 500.000 dollar AS atau sekitar Rp 7 miliar kepada NAACP Legal Defense and Education Fund, kelompok advokasi hak-hak sipil, Color of Change, dan ACLU.

"Kami mendukung Black Community, hari ini, setiap hari, dan di mana saja untuk mengakhiri rasisme dalam segala bentuk," demikian bunyi surat terbuka itu.

"Pembunuhan terhadap Ahmaud Arbery, Tony McDade, Breonna Taylor, George Floyd, dan lebih banyak anggota Black Community di AS membuat kami hancur dan sedih. Kehidupan mereka, dan kehidupan semua orang kulit hitam yang diambil oleh kekerasan, menjadi penting."

"Kami juga mengakui kesalahan kami di masa lalu dan itu membuat kami sangat menyadari betapa banyak yang masih perlu kami pelajari. Sebagai perusahaan kami berkembang, tetapi kami harus melakukan yang lebih baik."

Baca juga: Tulisan di Sweater Bocah Kulit Hitam Disebut Rasial, H&M Minta Maaf

"Kami berkomitmen untuk mengambil langkah nyata demi menantang rasisme dan mendukung kolega, pelanggan, serta komunitas kami. Dukungan simbolis tidak cukup, kami akan mengambil tindakan."

H&M menjalankan lebih dari 5.000 toko di seluruh dunia, dan hampir 600 toko berada di AS.

Peritel tersebut mengikuti Nike dan Adidas yang menghentikan operasi toko di tengah protes yang sedang berlangsung dan terkadang dapat berubah menjadi kekerasan di mana sebagian orang memanfaatkan untuk melakukan penjarahan.

George Floyd (46) meninggal di Minneapolis karena kehabisan napas setelah Derek Chauvin, perwira polisi kulit putih meletakkan lututnya di leher pria yang diborgol itu. Floyd terus-menerus mengeluhkan ia tidak bisa bernapas.

Kematian George Floyd telah memicu kemarahan di seluruh Amerika.


Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Fox News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X