Kompas.com - 17/06/2020, 07:19 WIB
, SHUTTERSTOCK,

Sebelum mengatakan atau melakukan sesuatu lebih jauh, luangkan waktu untuk merenungkan dengan jujur tentang gangguan apa yang terjadi antara kamu dan ibu mertua.

Pikirkan mengapa ini terjadi, dan siapa yang mengatakan apa kepada siapa.

Yang terpenting dari semuanya, perhatikan bagaimana kesulitan bisa dihindari sejak awal.

Mungkin kamu tidak perlu menantang komentarnya tentang kemampuan mengasuh anak -misalnya.

Atau, suami bisa saja meminta ibunya untuk berhenti mengkritik. Mungkin bisa pula kamu mulai mengakui bahwa beberapa sarannya ternyata memang bermanfaat.

Baca juga: Mengapa Ibu Mertua dan Menantu Perempuan Jarang Akur?

Proses berpikir ini membantu kamu mengidentifikasi strategi yang dapat digunakan untuk menghentikan perselisihan yang ada.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ma, bisa enggak kita move on?

Setelah proses perenungan tadi, mulailah mencari waktu untuk berkomunikasi dengan ibu mertua secara pribadi.

Atur janji bertemu dengannya. Itu lebih baik daripada tiba-tiba muncul di depan pintu rumahnya.

Dengan tenang jelaskan bahwa kamu menyesal, hubungan dengan ibu mertua tak bisa berlangsung dengan baik.

Tambahkan harapan, bahwa kamu mau untuk memperbaiki hubungan, dan yakin anak dan cucu-cucunya juga menginginkan hal yang sama.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.