Kompas.com - 22/06/2020, 14:03 WIB
Brompton Black Edition M6R 2017 DOKUMENTASI OLAN HUTAPEABrompton Black Edition M6R 2017

Belum lagi, pabrikan China pun membuat produk serupa pada varian 3sixty, yang laris manis di pasar Indonesia.

Meski dijual dalam hitungan yang tidak murah, namun sepeda-sepeda tiruan itu dibanderol jauh di bawah harga Brompton.

Simbol keberhasilan

Sebagai penikmat Sepeda, Olan merasa fenomena tersebut sebagai hal yang lumrah.

"Tapi enggak apa-apa juga. Suatu saat para penghuna Kreuz tetap akan pengin 'naik kelas' ke Brompton," cetus Olan. 

"Ini kan prinsipnya Rolex, biar aja orang pake palsu dulu, kalau mereka jadi kaya, pasti akan beli yang asli sebagai simbol keberhasilan," kata Olan.

Pendapat senada dilontarkan pengguna Brompton lainnya, Wisnu Nugroho (44).

"Kreuz cakep kok, kalo gue belom punya Brompton, gue inden. Local pride," cetus karyawan swasta yang berkantor di Palmerah Selatan, Jakarta ini.

Tentang kesan tiruan yang muncul dari sepeda-sepeda semacam itu, Wisnu berpendapat, pada dasarnya tak ada satu pun ide yang benar-benar baru di dunia ini.

"Nothing new under the sun," cetus dia.

Baca juga: Brompton Explore, Sepeda Mahal yang Sandung Dirut Garuda

Menurut Wisnu, yang perlu dilakukan adalah prinsip "ATM" -seperti yang juga diakui oleh Yudi,  amati, tiru, modifikasi.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X