Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dunkin' Donuts Tutup 450 Gerai hingga Akhir 2020, Ada Apa?

Kompas.com - 08/07/2020, 11:20 WIB
Glori K. Wadrianto

Editor

Sumber Fox News

KOMPAS.com - Siapa tak kenal Dunkin' Donuts? Mereka donat asal Amerika Serikat ini memang sudah terkenal ke berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. 

Tak heran jika kabar penutupan 450 gerai hingga akhir tahun 2020 mendapat perhatian besar dari media di AS. Ya, sebab penutupan itu ternyata hanya akan terjadi di AS. 

Baca juga: Sneakers Saucony Terinspirasi Dunkin Donut

Atensi publik tetap saja muncul, meski rencana penutupan gerai itu hanya berlaku untuk lokasi yang berada di dalam kawasan pompa bensin Speedway. Artinya, kafe yang berdiri di lokasi mandiri tak akan terganggu.

Hal itu terjadi sebagai dampak dari penghentian kemitraan Dunkin' dengan Hess -pemilik SPBU Speedway. Demikian dikabarkan laman Today Food.

Perwakilan Dunkin' tidak menanggapi permintaan komentar dari Fox News, tetapi ada pernyataan yang dilansir Today Food mengenai kebijakan ini.

Disebutkan dalam sebuah pernyataan, merek tersebut menutup Gerai Dunkin di Speedway agar bisa fokus pada lokasi independen dari jaringan Dunkin'.

"Dengan keluar dari lokasi-lokasi ini, kami yakin kami akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk melayani daerah-daerah perdagangan dengan desain restoran Next Generation Dunkin'," demikian bunyi pernyataan itu.

Baca juga: Dunkin’ Donut Buang Kata “Donut” di Mereknya

Kabarnya, dalam restoran Dunkin' gaya baru itu ditawarkan lebih banyak menu dan juga tampilan dan pengalaman yang modern. 

Penjelasan ini disampaikan Kate Jaspon, Kepala Keuangan Dunkin, masih kepada Today Food.

"Kami juga tetap berkomitmen untuk menumbuhkan kehadiran kami di lokasi pompa bensin, dan lokasi non-tradisional lainnya, termasuk bandara, universitas, plaza perjalanan, dan instalasi militer."

Tentang perluasan produk, baru-baru ini Dunkin' telah memperkenalkan beberapa menu baru. 

Baca juga: Demi Lingkungan, Dunkin Donuts Beralih Gunakan Gelas Kertas

Pada awal Juli lalu, mereka mulai menguji coba menu bubble tea dan shandies untuk suguhan musim panas.

Sementara pada bulan Juni, merek tersebut mengaku sedang mencari tambahan 25.000 karyawan, dan membekali karyawan dengan pengetahuan online.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Fox News
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com