Kompas.com - 31/08/2020, 08:04 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi

Testosteron mengubah rambut vellus lembut pada tubuh, rambut halus berbulu halus yang berkembang di tubuh selama masa kanak-kanak, menjadi rambut inti, rambut lebih tebal dan kasar yang berkembang selama masa pubertas.

Namun, memiliki janggut tidak selalu berarti kita akan lebih jantan daripada mereka yang tidak.

Meskipun, kita mungkin pernah mendengar mitos itu 1-2 kali. Sayangnya, hal itu hanya mitos.

4. Jika jenggot kering dan rapuh

Kita mungkin terlalu banyak membersihkannya. Meskipun rambut wajah secara struktural berbeda dengan rambut di kepala, penting untuk melakukan perawatan yang sama pada rambut wajah.

Cobalah menggunakan pembersih ringan.

Baca juga: Ingin Tampil Beda? Cobalah Gaya Jenggot Kekinian

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Schlessinger merekomendasikan penggunaan sampo yang dirancang untuk wajah dan janggut.

Meskipun sebenarnya sampo pun dapat bekerja dalam keadaan darurat, dengan mengoleskan minyak khusus jenggot dan menyisir atau menyikatnya setiap hari, agar terlihat rapi dan bersih.

5. Jika jenggot sedikit terkelupas

Kita mungkin memiliki ketombe di janggut. Menjaga kebersihan janggut menjadi solusi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.