Eks Pejabat CDC Sebut Pandemi Belum Akan Berakhir meski Vaksin Ditemukan

Kompas.com - 23/09/2020, 06:06 WIB
Ilustrasi vaksin corona, vaksin virus corona, vaksin Covid-19 Shutterstock/Blue Planet StudioIlustrasi vaksin corona, vaksin virus corona, vaksin Covid-19
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Para ilmuwan di seluruh dunia masih terus melakukan uji coba vaksin untuk menangkal Covid-19.

Banyak dari kita yang berharap, ketika vaksin ditemukan, maka pandemi Covid-19 akan berakhir. Sayangnya, apa yang kita harapkan belum tentu dapat terwujud.

Pandemi masih tetap akan ada, kendati para ilmuwan berhasil menemukan vaksin yang tepat untuk menangani penderita Covid-19.

Hal itu dituturkan oleh mantan Direktur CDC, Dr Tom Frieden, pada Senin (21/9/2020).

Dalam program "Your World", ia menyebut bahwa virus corona masih ada, dan jika orang-orang tidak berhati-hati, virus tersebut dapat menginfeksi kita.

Frieden melanjutkan, setiap orang harus bertindak secara bertanggung jawab dan memahami bahwa tidak ada akhir dari pandemi, bahkan ketika vaksin telah ditemukan.

"Tindakan yang harus kita lakukan adalah mengurangi risiko dan siap untuk beradaptasi," kata Frieden kepada pembawa acara program Your World, Neil Cavuto.

Itu artinya, orang-orang perlu mematuhi tiga aturan, seperti memakai masker, menjaga jarak fisik, dan mencuci tangan, menurut Frieden.

"Semua aturan ini menghilangkan risiko terkena virus dan memungkinkan kita kembali ke aktivitas harian lebih cepat."

Ia mengingatkan, jika masyarakat tidak sabar menunggu dan tetap beraktivitas seperti biasa, maka kita akan kembali mengalami lockdown, seperti yang terjadi di sebagian besar negara di dunia, termasuk AS.

Baca juga: Membedakan Gejala Pilek, Flu dan Covid-19

Frieden membicarakan kemungkinan terdapat lonjakan kasus saat musim dingin tiba.

"Kita bisa melihat lebih banyak penyakit saat musim dingin." kata Frieden.

Dilanjutkan Frieden, seberapa besar dampak dari penyebaran Covid-19 tergantung pada masyarakat.

"Itu tergantung berapa lama kita menghabiskan waktu di ruangan yang berventilasi buruk dengan orang-orang yang berasal dari tempat yang penuh infeksi Covid-19 dan tidak memakai masker."

Jika kita mematuhi aturan seperti penggunaan masker, menghindari berkumpul bersama banyak orang di dalam ruangan, maka kita dapat membuat perbedaan besar, menurut Freiden.

Baca juga: Pengidap Covid-19 Alami Kelelahan Panjang, Bahkan Setelah Sembuh



Sumber FOXNEWS
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X