Kompas.com - 29/09/2020, 17:29 WIB
Ilustrasi sakit perut, sakit saluran pencernaan, gastrointestinal Ilustrasi sakit perut, sakit saluran pencernaan, gastrointestinal
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Flu perut, atau disebut juga gastroenteritis, adalah penyakit muntah dan diare akibat infeksi atau peradangan yang terjadi di dinding saluran pencernaan, terutama lambung dan usus.

Gejala diare dan muntah akan muncul antara 1-3 hari setelah seseorang terinfeksi flu perut.

Tentu saja, penderita flu perut menjadi tidak nafsu makan. Lalu, apa yang bisa dikonsumsi atau dihindari oleh penderita penyakit tersebut?

Dokter keluarga Laura Lipold, MD, menjelaskan daftar makanan dan minuman yang harus dihindari seseorang dengan flu perut. Apa saja?

1. Kopi dan soda

Hindari kopi dan minuman lain yang mengandung kafein --seperti soda-- selama satu minggu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kafein akan membuat usus mengalami kontraksi, yang bisa memperburuk diare, kata Dr. Lipold.

Baca juga: Pecinta Kafein, Sudah Tahu Bahaya Minum Kopi Berlebihan?

2. Minuman beralkohol

Minuman beralkohol bertindak seperti obat diuretik, yang mempercepat pembentukan urin. Artinya, minuman ini bisa semakin memperburuk kondisi perut kita.

3. Makanan yang sulit dicerna

Ketika kita terinfeksi flu perut, berhentilah mengonsumsi makanan berlemak, berminyak, pedas, dan asam.

Makanan dengan bahan dasar susu dan tomat juga akan terasa tajam bagi usus yang sakit.

4. Makan dengan terpaksa

Jika kita sedang tidak ingin makan, jangan memaksakan tubuh. "Cobalah fokus pada pemulihan, istirahat dan tetap terhidrasi," kata Dr. Lipold.

5. Segala minuman jus

Jus apel, jeruk, atau jus buah lainnya perlu dihindari penderita flu perut.

Baca juga: 10 Gangguan Pencernaan yang Kerap Dialami Orang Indonesia

Lalu apa yang bisa dimakan? Dr. Lipold menyarankan orang dengan penyakit flu perut untuk mengonsumsi:

1. Cairan berwarna bening

Konsumsi air, teh herbal tanpa kafein, kaldu atau minuman pengganti elektrolit agar kita tidak mengalami dehidrasi ketika terinfeksi flu perut.

Namun, Dr. Lipold menganjurkan kita untuk menunggu dua jam setelah kita muntah terakhir kali.

"Dehidrasi parah bisa membuat kita dirawat di rumah sakit dan menerima cairan infus, jadi jaga kondisi agar tetap terhidrasi," ucap dia.

"Kita bisa mengonsumsi minuman jahe, namun aduk lebih dulu atau diamkan di atas meja dalam wadah terbuka sampai karbonasinya menguap."

2. Karbohidrat dan daging tanpa lemak

Untuk mengganti nutrisi yang hilang saat kita muntah atau buang air kecil, karbohidrat seperti kentang dan nasi atau roti adalah pilihan terbaik.

Konsumsi juga daging tanpa lemak yang tidak diberi banyak bumbu, seperti ikan dan ayam.

3. Keripik es

Apabila kita sulit mengonsumsi makanan apa pun, ice chips atau keripik es yang berupa potongan es dalam bentuk kecil akan membantu kita terhidrasi.

Meski proses hidrasi tubuh dengan konsumsi keripik es terbilang lebih lama, Dr. Lipold mengatakan cara tersebut jauh lebih baik bagi kondisi perut kita.

Jika semua cara yang disebutkan tidak berhasil, Dr. Lipold menyarankan kita untuk pergi ke dokter.

"Jika kita tidak bisa mengonsumsi cairan selama 24 jam, ada tanda dehidrasi, muntah darah, sakit perut, diare berdarah atau demam tinggi, sudah saatnya mengunjungi dokter."

Ditambahkan Dr. Lipold, ada kemungkinan kita menderita penyakit lain di luar flu perut yang harus ditangani segera.

"Karena beberapa gejala seperti diare bisa menjadi tanda Covid-19, tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan kita."

Baca juga: 3 Cara Mengatasi Perut Begah Setelah Kebanyakan Makan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.