Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Jadi Kebelet Kencing Saat Gugup? Ini Penjelasannya

Kompas.com - 21/10/2020, 19:26 WIB
Dian Reinis Kumampung,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

Sumber menshealth

KOMPAS.com - Pernahkah kamu mengalami situasi yang membuat gugup, stres, atau khawatir, lalu seketika terasa ingin buang air kecil?

Rupanya, -memang, saat kita sedang stres, respons melawan dari tubuh cenderung muncul untuk pelepasan hormon.

Kondisi yang biasanya membuat kandung kemih rileks pun kemudian menjadi berkontraksi.

Baca juga: Terlalu Jarang dan Terlalu Sering Kencing, Apa Bahayanya?

Hal ini menyebabkan kita lalu merasa ingin buang air kecil, atau bahkan buang air kecil di tempat, tanpa terasa.

Mengapa hal ini bisa terjadi?

Menurut ahli urologi dan YouTuber Dr. Rena Malik, stres dapat memengaruhi kandung kemih dengan berbagai cara.

Salah satu faktor penyebab yang utama adalah disfungsi dasar panggul, di mana otot-otot di dasar panggul menegang sebagai respons terhadap stres.

Sama halnya saat tanpa sadar kita mengatupkan rahang. “Paparan stres dalam waktu lama juga dapat berdampak,” kata Malik.

Hal ini diketahui dari sebuah penelitian yang menempatkan tikus pada kondisi stres kronis dari waktu ke waktu untuk menentukan apakah itu berpengaruh pada sensitivitas kandung kemih.

Para peneliti menemukan, tikus-tikus memiliki ambang batas yang lebih rendah untuk rasa sakit dan ketidaknyamanan.

Baca juga: Waspadai, 4 Risiko Kesehatan akibat Sering Menahan Kencing

Tikus pun mampu merasakan rangsangan semacam ini lebih intens. Fenomena ini dikenal sebagai hiperalgesia yang dipicu oleh stres.

"Ini mungkin menjelaskan mengapa ketika kita mengalami stres kronis, kita sebenarnya merasakan sensasi normal, seperti ingin pergi ke kamar mandi."

"Kondisi tidak nyaman atau merasa mengganggu, membuat kita ingin pergi ke kamar mandi lebih cepat, sehingga kita bisa menghilangkan sensasi tidak nyaman itu," kata Malik.

Selain itu, dalam situasi stres, otak dapat memicu pelepasan neurotransmitter -senyawa organik endogenus yang membawa sinyal di antara neuron, hingga menjadi faktor pelepas kortikotropin (CRF).

Kandung kemih memiliki reseptor di atasnya yang akan merespons secara khusus terhadap neurotransmitter.

Kemudian, yang terjadi adalah meningkatkan kontraksi kandung kemih, sehingga membuat kita ingin buang air kecil.

Malik menambahkan, tingkat serotonin, yakni, senyawa kimia yang berperan dalam rasa bahagia, mengatur suasana hati, perhatian, dan tidur.

Serotonin juga dapat dipengaruhi secara negatif oleh stres.

"Penurunan kadar serotonin telah ditemukan terkait dengan lebih banyak kontraksi kandung kemih dan frekuensi serta urgensi kemih (buang air kecil) berikutnya," katanya.

Malik lalu merekomendasikan konsultasi dengan dokter untuk mencari tahu apakah kita memiliki disfungsi dasar panggul, atau kandung kemih terlalu aktif, yang dapat diobati.

Baca juga: Kencing di Shower, Bagaimana Dampaknya bagi Kesehatan?

Selain itu, tidur nyenyak dan melakukan apa pun yang kita sukai untuk mengurangi stres dalam kehidupan sehari-hari akan berefek positif.

Latihan kandung kemih

Selain itu, dia menyarankan pelatihan kandung kemih.

"Ketika kamu ingin buang air kecil, dorongan itu akan datang sangat tinggi, dan saat itulah kita akan segera ke kamar mandi," kata dia.

"Tetapi jika kamu menunggu, dorongan itu akan benar-benar turun dengan sangat lambat. Kami menyebutnya (sebagai) latihan kandung kemih,” ujar Malik.

Jadi saat ingin buang air kecil datang karena stres, tunggulah sebentar, alihkan perhatianmu, lakukan senam kegel dan sembari menunggu rasa ingin ke kamar kecil itu mereda.

“Hal ini akan membuat otak dan kandung kemih terhubung kembali, sehingga keduanya tidak merasakan atau memicu dorongan ingin buang air kecil yang begitu kuat lagi,” kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber menshealth
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com