Kompas.com - 10/11/2020, 18:11 WIB
Ilustrasi makan nasi kazoka30Ilustrasi makan nasi
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Nasi sepertinya sudah menjadi sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari orang-orang Indonesia. Bahkan, ada yang belum merasa kenyang kalau tidak makan nasi.

Sayangnya, kebiasaan makan nasi dapat menambah berat badan dan meningkatkan potensi terkena penyakit diabetes.

Hal ini disebabkan karena nasi dari beras putih memiliki indeks glikemik yang tinggi, dengan kandungan serat dan nutrisi yang rendah.

Meski begitu, kita semua berharap tetap bisa makan nasi tanpa harus menerima konsekuensi penambahan berat badan.

Tapi jangan khawatir. Sebenarnya, kita tidak perlu menghilangkan nasi dari menu makanan jika memang dimasak dengan tepat.

Cara memasak nasi dengan tepat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diketahui secara luas, nasi kaya akan kalori dan ada metode memasak nasi yang dapat mengurangi kandungan kalorinya.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh American Chemical Society, menggunakan minyak kelapa dan memasukkannya ke kulkas dapat mengurangi kalori dalam nasi hingga 60 persen.

Jadi, yang harus dilakukan adalah merebus nasi dalam jumlah yang dibutuhkan dengan satu sendok minyak kelapa.

Setelah matang selama 30-40 menit, tiriskan dan simpan di dalam kulkas. Lalu, keluarkan setelah 12 jam dan nasi siap dimakan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.