Kompas.com - 14/11/2020, 20:58 WIB
Ilustrasi shutterstock.comIlustrasi

KOMPAS.com – Meningkatkan kekebalan tubuh bisa dilakukan dengan berbagai cara. Selain menjaga pola makan dan rutin aktivitas fisik, menanamkan pikiran positif bisa menimbulkan perasaan tenang.

Pandemi yang tak kunjung berakhir memang menimbulkan kecemasan pada banyak orang. Tak sedikit orang yang khawatir dengan perubahan kehidupan saat pandemi memikirkan segala sesuatu secara berlebihan alias over thinking.

Hal ini dapat berujung pada kepanikan karena merasa tidak berdaya menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian.

Menurut pendiri Sekolah Otak Indonesia, Dr.dr Taufiq Pasiak, M.Kes, apabila kita panik maka hormon stres akan meningkat yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan.

Kepanikan biasanya termanifestasi dalam kehidupan sehari-hari, seperti saling curiga. Begitu pula seperti saat sebelum Covid-19. Pada awal pandemi, orang bingung karena tidak tahu petunjuk, tidak tahu jalan keluar,” katanya dalam webinar yang diadakan Jurnalis Peduli Kesehatan Masyarakat (12/11/2020).

Di masa awal pandemi, kebanyakan orang akan mengalami shock dan denial, tapi lama-kelamaan akan menyesuaikan diri.

Baca juga: Penting, Pahamilah Batasan Kecemasan yang Tak Normal

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau hari ini orang tenang-tenang saja bukan karena kasusnya menurun, tapi kita beradaptasi dengan situasi sehingga ketakutan itu reda," katanya.

Taufiq menambahkan, yang terpenting bukanlah seberapa besar stresor (penyebab stres), tapi bagaimana respon kita dalam menghadapinya.

Kemampuan otak memproses

Kemampuan memproses otak manusia ternyata memiliki batasan yang disebut dengan brain bandwidth. Sebagai perumpanan adalah gelas yang diisi dengan air, batu, dan pasir. Jika satu komponen diperbanyak, maka komponen lain akan mengecil.

“Jika kita terlalu banyak berpikir positif, maka yang negatif akan mengecil karena ruangnya habis. Sebaliknya, kalau kita terlalu over thinking, berpikir negatif untuk segala hal, maka yang positif akan hilang,” ujar Taufiq.

Untuk meningkatkan ketahanan diri dan mengurangi kecemasan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menopang kesehatan mental.

Mulai dengan meningkatkan ikatan sosial dengan orang terdekat, berhubungan kembali dengan alam, mengonsumsi nutrisi yang baik, menjadikan rumah sebagai sumber kebahagiaan, memiliki kontrol diri, memiliki iman, serta berinovasi.

"Pandemi ini adalah kesempatan kita untuk berinteraksi secara bermutu. Misalnya dengan makan bersama keluarga, beribadah, atau nonton bersama. Kebersamaan ini kontribusinya luar biasa bagi kesehatan mental," paparnya.

Baca juga: Tips Bagus untuk Nikmati Me Time di Tengah Masa Pandemi

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.