Kompas.com - 03/12/2020, 07:08 WIB
Ilustrasi diet dan bentuk tubuh Ranta ImagesIlustrasi diet dan bentuk tubuh

KOMPAS.com - Bentuk tubuh tak hanya diperhatikan saat kita memilih pakaian, melainkan juga menyangkut soal kesehatan.

Sebab, bentuk tubuh sesungguhnya dapat memberi petunjuk terkait di mana tubuh menyimpan lemak berlebih serta risiko kesehatan apa yang mungkin terjadi.

Selanjutnya, perlu dipahami bahwa beberapa jenis lemak "lebih keras" daripada yang lain, sehingga perlu diatasi dengan tehnik diet yang berbeda pula.

Baca juga: Seperti Tara Basro, Yuk Mulai Cintai Bentuk Tubuh Kita..

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition pada tahun 2015 menemukan fakta tentang pendekatan ini.

Disebutkan, diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak menghasilkan penurunan lemak perut yang lebih besar.

Diet ini tentu cocok untuk orang yang sedang berupaya mengecilkan perut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, berikut adalah penilaian pakar nutrisi terkait diet yang tepat berdasarkan tipe bentuk tubuh yang mungkin bisa kita perhatikan.

1. Tipe tubuh apel

Tipe tubuh apel berbentuk persis seperti namanya. Mereka memiliki badan tebal, bahu lebar, dan pinggul, kaki, dan lengan lebih kecil.

Jika memiliki lemak berlebih tubuh tipe apel akan langsung menyimpannya di bagian perut.

Di laman Cleveland Clinic disebut, kondisi ini akan menyebabkan lemak yang mungkin menyelimuti daerah di sekitar organ.

Hal ini selanjutnya meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, serta sindrom metabolik.

- Yang harus dimakan:

“Fokus pada makan lemak sehat,” kata Laura Cipullo, RD, ahli diet terdaftar dan penulis Everyday Diabetes Meals.

Lupakan nasihat diet lama bahwa makan lemak akan membuatmu gemuk, karena, lemak tak jenuh tunggal dan omega-3 akan membantu kita merasa lebih kenyang.

Baca juga: Daniel Mananta, Menjaga Bentuk Tubuh dengan Lari

Dengan demikian kita akan makan lebih sedikit, hingga akhirnya bisa membantu memangkas perut buncit, serta mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes.

Artinya, kita harus mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan manis dan memilih makanan yang lebih banyak menjadi energi.

- Apa yang harus dihindari

“Jenis tubuh apel juga perlu mengurangi asupan karbohidrat, terutama karbohidrat sederhana seperti camilan manis,” kata Cipullo.

Namun, ini tidak berarti kita harus berhenti mengonsumsi karbohidrat sama sekali.

“Satu-satunya diet yang baik adalah diet yang dapat kita pertahankan, dan bagi banyak orang itu berarti makan sedikit karbohidrat,” kata Cipullo lagi.

Coba batasi hingga 40 persen dari keseluruhan kalori, dan secara umum, batasi minuman manis -termasuk jus, roti, pasta, sereal sarapan, dan junk food.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.