Kompas.com - 03/12/2020, 09:51 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Seiring bertambahnya usia anak, memiliki kepercayaan diri sama pentingnya dengan keterampilan.

Untuk berkembang, anak-anak perlu memercayai kemampuan mereka sendiri, tidak minder, dan pada saat yang sama yakin bahwa mereka dapat menanganinya jika tidak berhasil dalam sesuatu.

Dengan memahami kemampuannya untuk bangkit dari kegagalan, itu berarti mereka sudah mengembangkan kepercayaan diri yang sehat.

Berikut ada 7 tips membesarkan anak-anak menjadi lebih percaya diri, sehingga dapat memaksimalkan keterampilan dan bakatnya.

1. Jangan mengabaikan rasa takutnya

Rasa takut adalah hal yang normal. Jika kita membuat anak-anak merasa bersalah pada ketakutannya, kita justru menghambat peluang untuk terbuka pada rasa takutnya.

Hal ini bisa mengakibatkan anak-anak menjadi kecil hati dan tidak ingin mencoba sesuatu yang baru karena takut melakukan kesalahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bantu anak-anak melihat bahwa setiap orang membuat kesalahan dan yang terpenting adalah belajar, bukan memikirkan rasa takutnya.

Orang yang percaya diri membiarkan rasa takut itu ada, lalu mencari cara untuk mengatasinya dengan tetap tenang. Inilah yang dapat membangkitkan rasa percaya diri pada anak.

Baca juga: Pola Asuh Toksik Merugikan Orangtua dan Anak, Kenali Tandanya

2. Kegagalan itu wajar

Buatlah anak-anak untuk lebih memahami bahwa kegagalan adalah hal yang wajar sehingga mereka tidak akan menganggapnya sebagai pengalaman negatif yang mendalam.

Memang sebagai orangtua kita pasti memiliki naluri untuk melindungi anak-anak dari kegagalan.

Akan tetapi, membiarkan mereka gagal dan belajar dapat mengasah kemampuan anak-anak agar lebih percaya diri untuk mencobanya lagi. 

Itu juga dapat memacu anak-anak untuk berusaha lebih keras, yang akan membantu mereka bertumbuh dengan baik ketika beranjak dewasa.

Baca juga: Orangtua Perlu Tahu, 4 Tips Ajari Anak Saat Belajar Online

3. Mengakui ketidaksempurnaan

Sebagai orangtua, kita tahu kesempurnaan itu tidak realistis dan penting bagi anak-anak untuk memahami pesan itu sedini mungkin.

Bantu mereka melihat kesempurnaan dan kebahagiaan yang ada di tayangan televisi atau atau media hanyalah fantasi.

Sebaliknya, ingatkan mereka, bahwa menjadi kurang sempurna adalah manusiawi dan sama sekali tidak masalah.

4. Dorong untuk mencoba hal baru

Alih-alih memfokuskan semua energi mereka pada apa yang sudah mereka kuasai, ada baiknya anak-anak juga mencoba sesuatu yang berbeda.

Mendorong si kecil untuk mencoba hal-hal yang baru juga dapat membantu mereka menemukan apa yang disukainya.

Di samping itu, mencapai keterampilan baru membuat anak merasa mampu dan percaya diri kalau mereka dapat mengatasi apa pun yang menghadang.

Baca juga: Bisa Berakibat Buruk, Waspadai Tanda Anak Depresi

5. Menghargai upayanya

Jangan terlalu fokus pada pencapaian, tetapi juga pada upaya yang terjadi di baliknya. Sekecil apa pun upaya tersebut sangatlah berarti.

Perlu kerja keras untuk mengembangkan keterampilan baru dan hasilnya tidak selalu menyenangkan.

Beri tahu anak-anak kalau kita menghargai pekerjaan yang mereka lakukan. Entah itu saat balita yang sedang membangun balok, atau remaja yang belajar sendiri cara bermain gitar, hargai upaya yang telah dilakukan bisa meningkatkan rasa percaya diri.

6. Tidak membandingkan

Membandingkan anak-anak dengan orang lain akan membuat mereka cenderung merasa tidak percaya diri.

Pastikan kita untuk menerima hasilnya, menang atau kalah dalam pertandingan besar, nilai bagus atau buruk.

Buatlah anak-anak mengetahui, bahwa kita merasa bangga pada mereka bukan hanya saat mereka melakukan hal-hal yang hebat saja.

Ini akan meningkatkan harga dirinya, bahkan saat anak-anak merasa tidak enak dengan dirinya sendiri.

Baca juga: 8 Cara Mudah Tingkatkan Rasa Percaya Diri

7. Menentukan tujuan

Menentukan tujuan besar maupum kecil untuk mencapainya dapat membuat anak-anak merasa kuat.

Bantu mereka mengubah keinginan dan impian menjadi tujuan yang dapat ditindaklanjuti dengan mendorongnya untuk membuat daftar hal-hal yang ingin dicapai.

Kemudian, berlatihlah memecah tujuan jangka panjang menjadi tolok ukur yang realistis.

Kita akan memvalidasi minatnya dan membantu mereka mempelajari keterampilan yang diperlukan untuk mencapai tujuannya sepanjang hidup.



Sumber Childmind
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X