Kompas.com - 14/01/2021, 08:24 WIB
Calon penumpang pesawat mengikuti tes cepat antigen di area Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (22/12/2020). PT Angkasa Pura II mulai memberlakukan tes cepat antigen bagi para penumpang pesawat berdasarkan surat edaran Kementerian Perhubungan sebagai syarat penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta mulai Selasa ini. ANTARA FOTO/FAUZANCalon penumpang pesawat mengikuti tes cepat antigen di area Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (22/12/2020). PT Angkasa Pura II mulai memberlakukan tes cepat antigen bagi para penumpang pesawat berdasarkan surat edaran Kementerian Perhubungan sebagai syarat penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta mulai Selasa ini.

KOMPAS.com - Walau program vaksinasi sudah mulai dilakukan, tetapi tak sedikit negara yang melaporkan kasus infeksi baru setiap harinya. Kasus Covid-19 saat ini meningkat paling cepat pada populasi orang-orang yang lebih muda.

Menurut data pada bulan September 2020 di Jakarta, rentang usia 20-29 tahun dan 30-39 tahun sebagai dua kelompok usia yang paling banyak terpapar virus corona. Fenomena yang sama juga terlihat di beberapa daerah dan secara global.

Sehingga, munculah pertanyaan mengapa lebih banyak milenial yang terdeteksi positif oleh virus corona.

Nah, para ahli medis memberikan beberapa alasan yang dapat menjelaskan tingginya jumlah kasus Covid-19 pada populasi milenial sebagai berikut.

1. Peluang untuk pengujian lebih banyak

Salah satu alasan kasus Covid-19 pada populasi yang lebih muda mungkin meningkat adalah generasi ini yang paling banyak mendapatkan tes sekarang.

Baca juga: Peneliti Inggris Temukan Tes Covid-19 yang Bisa Memberi Hasil dalam Lima Menit

2. Virus mungkin telah berubah

Kepala petugas keperawatan Rumah Sakit Good Samaritan di San Jose, California, Mark Brown membeberkan bagaimana virus corona kemungkinan telah berubah.

Menurut dia, awalnya virus ini menempel pada inang dan melekat pada populasi yang lebih rentan diserang. Artinya, Covid-19 cenderung banyak menginfeksi orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan orang tua.

Namun, seiring berjalannya waktu, virus harus bermutasi untuk mempertahankan dirinya sendiri dan bertahan hidup.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X