Kompas.com - 03/02/2021, 09:02 WIB
Ilustrasi lari. PEXELS/DANIEL RECHEIlustrasi lari.

KOMPAS.com - Lari sering kali disebut sebagai salah satu jenis olahraga yang baik untuk menurunkan berat badan.

Selain praktis karena bisa dilakukan di mana saja dan tak memerlukan banyak perlengkapan khusus, lari juga cukup efektif untuk membakar kalori.

Di sisi lain, kita juga sering mendengar bahwa jalan cepat sangat baik untuk orang-orang yang ingin menurunkan berat badan.

Jadi, mana yang lebih efektif untuk membakar kalori, apakah jalan cepat atau lari?

Sebelum masuk ke ulasan lebih rinci, perlu dipahami bahwa keduanya adalah olahraga kardiovaskular yang sama-sama baik dan tidak ada yang lebih baik dari pilihan lainnya.

Namun, penting untuk mengetahui apa target kebugaranmu sebelum menentukan olahraga yang tepat untukmu.

Menurut Healthline, beberapa manfaat olahraga kardio antara lain:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Membantu menurunkan berat badan atau menjaga berat badan sehat.
  • Meningkatkan stamina.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Membantu mencegah tubuh terkena penyakit kronis.
  • Menguatkan jantung.
  • Membantu memperpanjang usia hidup.
  • Baik untuk kesehatan mental.

Baca juga: Manfaat Kesehatan di Balik Jalan Kaki 11 Menit Setiap Hari

Meski sama-sama bisa membantu membakar kalori, namun lari bisa membakar kalori lebih banyak bahkan hingga dua kali lipat kalori yang terbakar lewat jalan kaki.

Misalnya, seseorang dengan bobot 72 kg lari 8 kilometer per jam bisa membakar sekitar 606 kalori.

Sementara jalan cepat dengan waktu yang sama namun dengan kecepatan 5,6 kilometer per jam hanya membakar sekitar 314 kalori.

Sementara untuk membakar 0,5 kilogram berat badan, kita butuh membakar sekitar 3.500 kalori.

Jadi, jika targetmu adalah menurunkan berat badan, lari adalah pilihan yang lebih baik.

Namun, jika lebih suka melakukan jalan cepat namun ingin hasil yang lebih efektif, cobalah meningkatkan kecepatan dan mempertahankannya selama dua menit, kemudian turunkan lagi kecepatannya, misalnya, selama 30 detik.

Kemudian, ulangi terus urutan tersebut hingga sesi jalan kaki berakhir.

Meski tidak seefektif lari dalam hal membakar kalori, namun jalan cepat dengan pola tersebut cukup efektif untuk meningkatkan denyut jantung, memperbaiki suasana hati dan meningkatkan kebugaran aerobik.

Baca juga: Memahami Mindfulness dalam Olahraga Lari

Bagaimana jika kondisi atau suasana hati tidak memungkinkan untuk lari?

Tentu hal itu tak masalah. Seperti yang telah dipaparkan, kedua jenis olahraga ini sama-sama baik dan sama-sama bisa membantu membakar kalori.

Jadi, jika kamu baru mulai berolahraga atau tidak bisa lari, maka jalan cepat masih bisa membantu untuk membuatmu mencapai bentuk tubuh ideal.

Berikut beberapa kelebihan jalan cepat dibandingkan lari yang mungkin bisa menjadi pertimbangan tambahan:
1. Lebih minim cedera
Menurut Verywell Fit, risiko cedera jalan kaki cenderung lebih rendah daripada lari bahkan beberapa jenis olahraga aerobik lain.

Cedera yang diakibatkan dari lari, misalnya, karena stres pada kaki setelah sesi lari jarak jauh seperti marathon.

Kondisi tersebut bisa menyebabkan osteoarthritis, terutama di bagian lutut.

Baca juga: Hati-hati, Olahraga Lari Sambil Dengarkan Musik Berisiko Cedera

2. Lebih berdampak rendah (lower-impact)
Para pelari akan menumpukan tiga kali lipast berat badan mereka di setiap langkah, sementara jalan kaki hanya 1,5 kali.

Ini sangat penting untuk diperhatikan, terutama oleh orang-orang dengan berat badan berlebih atau memiliki masalah sendi.

Jalan kaki adalah olahraga yang lebih berdampak rendah atau lower impact serta menimbulkan lebih sedikit rasa lelah jika dibandingkan dengan lari.

Baca juga: Olahraga Low Impact atau High Impact Supaya Berat Badan Turun?

3. Tak perlu persiapan
Para pelari memerlukan sepatu lari khusus, sementara pejalan kaki bisa mengenakan alas kaki apapun yang dirasakan nyaman.

Jalan kaki juga bisa diselipkan ke dalam aktivitas harian, misalnya ketika kamu menuju ke tempat kerja atau tujuan lainnya.

Karena menimbulkan lebih sedikit rasa lelah daripada lari, maka sangat memungkinkan untuk melakukan olahraga ini di mana pun kamu punya waktu.

Membiasakan diri untuk banyak berjalan kaki juga bisa membantumu mengurangi waktu duduk yang bisa meningkatkan risiko kesehatan.

Pada intinya, lakukan olahraga yang membuatmu nyaman membuatmu lebih mungkin untuk mempertahankannya sebagai rutinitas.

Baca juga: 5 Cara Memilih Sepatu Lari yang Tepat



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.