Kompas.com - 09/02/2021, 21:41 WIB
Ilustrasi bercinta. PEXELS/ANDREA PIACQUADIOIlustrasi bercinta.

KOMPAS.com - Banyak wanita menemukan gairahnya berkurang, terutama seiring bertambahnya usia.

Ini tak menjadi masalah selama ada aktivitas intim bersama meskipun tidak melakukan hubungan seksual.

Namun, situasi ini bikin frustrasi para suami jika momen intim ikut hilang seiring dengan menurunnya gairah istri.

Jika dibiarkan berkepanjangan, keutuhan hubungan mungkin akan jadi taruhannya.

Menurut Cleveland Clinic, ada banyak penyebab mengapa gairah seksual wanita menurun.

Kondisi seperti kehamilan, menyusui dan menopause adalah tiga contoh penyebab yang mengakibatkan perubahan hormon pada wanita.

Sementara penyebab lainnya bisa karena stres, penyakit, konsumsi obat tertentu, hingga tantangan dalam hubungan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Membangkitkan gairah seksual seseorang memang multifaktor.

Maksudnya, selain rangsangan langsung, ada banyak faktor lain yang akan memengaruhi gairah seksual, seperti kondisi kesehatan mental, masalah hubungan, hingga keyakinan seksual.

Namun, ada beberapa cara yang bisa diupayakan untuk meningkatkan gairah seseorang.

Pada umumnya, ada tiga masalah yang dialami wanita dan berhubungan dengan gairah seksualnya, yakni sulit tertarik dengan seks, sulit terlubrikasi optimal untuk melakukan seks, hingga sulit mencapai orgasme.

Beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengatasi masalah seperti gairah rendah, menurut berbagai sumber, antara lain:

1. Mengetahui apa yang disukainya
Menurut psikolog teregistrasi, Dr Cheryl Fraser dari Duncan, Kanada, seseorang terkadang merasa rentan dan tertekan pada momen-momen intim.

Di hari berikutnya, cobalah tanya pada istri tentang apa yang disukainya dan bisa dicoba untuk sesi bercinta berikutnya.

Jangan mengacu pada film dewasa yang Anda saksikan. Sebab, apa yang ditampilkan di layar sering kali menampilkan hal yang tidak benar.

Tapi, Anda bisa mencari informasi lewat sumber-sumber terpercaya di internet, membeli buku tentang seksualitas wanita atau bahkan berkonsultasi dengan dokter terkait.

Baca juga: Jangan Nonton Film Porno untuk Cari Gairah Seks, Apa Alasannya?

2. Fokus pada stimulasi klitoris
Presentasi stereotip seks sering kali berfokus pada kesenangan pria dan hubungan penetrasi penis dan vagina.

Namun, kebanyakan wanita sebetulnya juga membutuhkan rangsangan klitoris untuk mencapai orgasme.

Ketika seorang wanita secara rutin tidak mendapatkan rangsangan klitoris atau mengalami orgasme, mereka mungkin akan secara perlahan kehilangan minatnya pada seks.

Jika menyadari istri kehilangan minat bercinta, mencari tahu lebih dalam tentang organ seksual wanita mungkin bisa membantu Anda.

Tubuh wanita dilengkapi dengan vagina dan klitoris. Meski bentuk dan ukurannya berbeda pada setiap wanita, namun bereaksi dengan cara yang hampir sama.

Klitoris sangatlah sensitif, namun tidak vagina. Sayangnya, banyak pria mungkin tidak tahu itu.

Menurut Fraser, penetrasi penis saja sering kali tidak banyak merangsang bagi kebanyakan wanita.

"Menurut penelitian, hanya sekitar 20 persen wanita mengalami orgasme melalui hubungan seksual saja (tanpa rangsangan klitoris)," katanya, seperti dilansir Reader's Digest UK.

Baca juga: Permainan Puting Payudara Ternyata Juga Bisa Bikin Wanita Orgasme

3. Menggunakan pelumas
Hal ini terkesan sepele dan mungkin tidak semua wanita membutuhkannya.

Namun, beberapa wanita mengalami kekeringan pada vaginanya, di mana vagina sulit terlubrikasi, bahkan ketika mereka terangsang.

Sementara beberapa wanita menjadi kehilangan selera berhubungan seksual karena penetrasi pada vagina yang kering akan menyebabkan nyeri.

Kekeringan pada vagina memang bisa terjadi pada wanita usia berapa pun, namun umumnya terjadi ketika memasuki masa menopause.

Baca juga: Hindari Menggunakan 5 Bahan Berikut untuk Pelumas Saat Bercinta

4. Lakukan foreplay lebih lama
Wanita pada umumnya perlu waktu lebih lama untuk orgasme daripada pria.

Oleh karena itu, wanita juga mungkin memerlukan pemanasan atau foreplay lebih lama agar dapat terangsang.

Jika masih bingung melakukannya, ada tiga langkah foreplay yang bisa dicoba.

Pertama, memerhatikan kebersihan diri. Ini faktor yang sangat penting karena wanita tidak hanya melihat Anda tetapi juga mencium aroma.

Jika Anda sudah memerhatikan kebersihan diri, tahap berikutnya adalah di pikiran Anda.

Menurut psikolog klinis yang berbasis di Fredericton, Kanada sekaligus penulis edisi Kanada dari "Understanding Human Sexuality", Sandra Byers, kebanyakan wanita yang tidak merasa terhubung secara emosional dengan pasangannya tidak akan terlalu tertarik pada seks.

Oleh karena itu, penting untuk berusaha terhubung secara emosional dengan istri Anda, termasuk mengajaknya berbicara atau melakukan sesuatu bersama.

Sementara bagian ketiga adalah memberikan ciuman dan permainan sentuhan. Tapi ingat, jangan langsung menyentuh payudara atau organ intimnya. Buatlah istri terlebih dahulu berada dalam suasana hati yang siap untuk dirangsang.

Baca juga: 8 Trik Foreplay Tanpa Sentuhan, demi Keintiman yang Lebih Hidup

5. Bereksplorasi
Cobalah bereksplorasi tentang ketertarikan seksual satu sama lain. Namun, pastikan Anda mengomunikasikan rencana itu pada pasangan.

Kombinasi titik rangsangan akan berbeda pada setiap wanita. Bahkan, istri Anda mungkin tidak menyadari itu.

Menurut psikolog dan terapis seks dari Calgary, Perry Sirota, sering kali wanita salah dalam menyampaikan pada pasangannya dan mengatakan "ini yang diinginkan wanita", padahal yang sebetulnya mereka maksud adalah "ini yang ku inginkan".

Jadi, pada intinya suami harus mau mendengarkan istri.

"Jika dia bilang suka area tubuh tertentu disentuh, maka pastikan Anda bertanya sentuhan seperti apa yang disukainya," kata Sirota.

Baca juga: Lakukan 7 Hal Ini agar Kehidupan Seks Lebih Bergairah



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.