Kompas.com - 01/03/2021, 18:27 WIB
Ilustrasi timbangan, berat badan naik. SHUTTERSTOCK/DMYTRO ZINKEVYCHIlustrasi timbangan, berat badan naik.

KOMPAS.com - Banyak orang yang merasa frustasi lantaran berat badannya tak kunjung turun, padahal sudah diet sampai kelaparan.

Satu hal yang perlu diingat, kondisi tubuh setiap orang berbeda. Ada baiknya berkonsultasi lebih dulu ke dokter sebelum memulai program penurunan berat badan.

Dokter dapat membantu menentukan program yang tepat dan aman untuk menurunkan berat badan berdasarkan kondisi kesehatan masing-masing orang.

Menurunkan berat badan memang dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes. Tapi, kehilangan terlalu banyak berat badan juga bisa mendatangkan masalah kesehatan seperti kelelahan, tulang lemah, dan gangguan kesuburan.

Namun jika program penurunan berat badan dilakukan dengan benar, maka besar kemungkinan masalah kesehatan tidak terjadi.

Baca juga: Sadari, Bahaya dari Minum Pil Pelangsing dan Diet Ketat

Di sisi lain, walaupun sudah melakukan cara yang tepat, bisa jadi berat badan tak kunjung turun. Berikut beberapa alasan yang membuat seseorang sulit menurunkan berat badan.

1. Asupan kalori berlebih

Salah satu cara menurunkan berat badan kalori adalah defisit kalori. Artinya jumlah kalori harian yang dikonsumsi lebih sedikit dibanding yang dibutuhkan.

Namun, bila selama program penurunan berat badan tetap mengasup makanan tinggi kalori, maka program tidak akan berhasil.

Mengonsumsi makanan tinggi kalori membuat asupan kalori yang diterima tubuh lebih besar dari yang dibutuhkan.

Baca juga: Jalan Cepat atau Lari, Mana Lebih Efektif Bakar Kalori?

Akibatnya, tubuh menyimpan kalori berlebih tersebut sebagai lemak dan malah bisa menambah berat badan.

Untuk memastikan jumlah kalori yang diterima tubuh sudah tepat, pantau asupan kalori dan aktivitas fisik.

Ilustrasi diet.SHUTTERSTOCK/YURIY MAKSYMIV Ilustrasi diet.

2. Kurang minum air putih

Minum air putih dapat membantu menurunkan berat badan dengan cara meningkatkan metabolisme dan menekan nafsu makan.

Suatu studi kecil tahun 2007 menemukan, minum 500 mL (dua cangkir) air meningkatkan pengeluaran energi sebesar 24 persen pada individu yang kelebihan berat badan atau obesitas.

Selain itu, penelitian kecil pada tahun 2015 terhadap orang gemuk menemukan, minum dua cangkir air sebelum makam membantu menurunkan berat badan.

Oleh karenanya, minumlah air putih sesuai kebutuhan. Selain itu, hindari minum minuman manis. Sebab minuman manis tinggi gula dan kalori.

Baca juga: Begini Ternyata Aturan Minum Air Putih yang Benar

3. Tidak cukup tidur

Menurut suatu penelitian kecil pada tahun 2010, kurang tidur juga dapat mempersulit penurunan berat badan pada orang dewasa.

Tinjauan pada 2008 juga menemukan kurang tidur dapat membahayakan metabolisme, proses dalam tubuh yang mengubah kalori menjadi energi.

Kurang tidur mengganggu hormon yang mengatur nafsu makan. Dengan begitu seseorang menjadi lebih lapar dan lebih mungkin mengonsumsi kalori berlebih.

Olahraga menjadi salah satu aktivitas penting yang dapat membantu membersihkan paru-paru bari orang-orang yang memutuskan berhenti merokok.SHUTTERSTOCK Olahraga menjadi salah satu aktivitas penting yang dapat membantu membersihkan paru-paru bari orang-orang yang memutuskan berhenti merokok.

4. Stres

Stres juga dapat mempersulit penurunan berat badan karena memengaruhi metabolisme tubuh.

Saat sedang stres, orang cenderung memilih makanan tinggi kalori. Selain itu, stres bisa membuat seseorang cenderung tidak punya waktu untuk berolahraga atau memasak makanan sehat.

Untuk mengurangi stres, cobalah berolahraga. Aktivitas fisik juga akan membantu membakar lebih banyak kalori.

Baca juga: Jalan-jalan ke Alam Terbuka Ampuh Hilangkan Stres

5. Duduk sepanjang hari

Mereka yang lebih sering menghabiskan waktu untuk duduk hanya kehilangan sedikit energi. Hal ini menyebabkan berat badan tak kunjung turun walau sudah mengatur asupan kalori yang dikonsumsi.

Menurut suatu studi tahun 2006, menghabiskan waktu 2,5 jam untuk bergerak, walau hanya berdiri atau berjalan kaki dapat membantu melawan obesitas.

6. Telah mencapai titik stabil

Jika penurunan berat badan terhenti tanpa alasan yang jelas, maka ada kemungkinan telah mencapai titik stabil.

Contoh, di tahap awal program penurunan berat badan, jumlah kalori harian dikurangi dari 2.000 kalori menjadi 1.500 kalori.

Baca juga: Berat Badan Naik Secara Tiba-tiba, Kok Bisa?

Hal itu dapat membantu menurunkan berat badan. Namun lama-kelamaan proses metabolisme mulai terbiasa dengan jumlah kalori tersebut.

Dengan begitu, proses pembakaran kalori tidak sebanyak dulu. Untuk mengatasi kondisi ini, intensitas olahraga perlu ditingkatkan sehingga jumlah kalori yang dibakar lebih banyak.

Namun bila belum bisa meningkatkan intensitas olahraga, pilihan lainnya adalah kembali melakukan defisit kalori.

7. Minum terlalu banyak alkohol

Alkohol merupakan minuman padat energi yang artinya tinggi kalori. Hal ini turut berkontribusi terhadap penurunan berat badan.

Suatu studi besar tahun 2018 menemukan, orang yang minum alkohol kehilangan berat badan lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak minum atau mengurangi konsumsi alkohol.

Baca juga: 12 Rencana Diet Harian untuk Turunkan Berat Badan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X