Kompas.com - 03/03/2021, 06:58 WIB
Ilustrasi sakit maag. SHUTTERSTOCKIlustrasi sakit maag.

"Jadi pada saat mengunyah, enzimnya sudah mulai bekerja. Tapi kalau langsung ditelan, tidak ada enzimnya. Itu yang bikin perut jadi enggak enak, makanannya seperti enggak dicerna."

Demikian diungkapkan oleh Nella dalam Instagram Live bersama Eka Hospital BSD, Selasa (2/3/2021).

Selain itu, biasakan beri jarak antara makan malam dengan tidur setidaknya dua jam.

Semakin berat jenis makanan yang dikonsumsi, maka penting untuk memberi jeda lebih panjang antara makan dan tidur.

Menjaga untuk selalu tidur cukup juga dapat berperan dalam menjaga agar sakit mag tak mudah kambuh.

Baca juga: Ini 6 Makanan untuk Penderita Maag yang Aman Dikonsumsi

2. Mengelola stres

Stres memang tak terhindarkan, namun usahakan untuk mengelolannya dengan baik.

Jika stres dapat dikelola dengan baik, maka dampak buruk stres terhadap tubuh juga dapat diminimalisasi.

"Tapi, pada saat tidak bisa me-manage stres, otomatis akan menjadi beban."

"Kadang pada pasien lambung karena ada refluks tengah malam, mereka jadi kesulitan tidur segala macam dan itu bikin kasusnya tambah parah," papar Nella.

Baca juga: Sakit Maag Sejak Kecil, Shareefa Daanish Bolak-balik Masuk IGD

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X