Kompas.com - 29/03/2021, 13:00 WIB
Ilustrasi minyak sawit. SHUTTERSTOCK/Nirapai BoonphengIlustrasi minyak sawit.

Demikian dikatakan Greg Henderson, PhD, Asisten Profesor Ilmu Nutrisi di Purdue University di West Lafayette, Indiana, Amerika Serikat.

Dia menyebutkan, lemak jenuh yang terkandung dalam minyak sawit sekitar 50 persen.

Sebuah ulasan mengenai minyak kelapa sawit pada tahun 2019 di jurnal Nutrition menyatakan, mengonsumsi minyak sawit dalam jumlah sedang tidak akan menimbulkan risiko kesehatan apa pun.

Senada dengan itu, Handerson pun menyebut, pengaruh mengonsumsi minyak kelapa dengan jumlah yang tidak berlebihan.

Dia mengatakan, tubuh dapat mengencerkan lemak jenuh dari minyak sawit ke titik di mana lemak itu hanya menghasilkan sebagian kecil dari total asupan lemak dan kalori.

Baca juga: Bagaimana Memilih Produk Minyak Goreng Berkualitas

Selain itu, sebuah riset tahun 2018 di Nutrición Hospitalaria menyetujui, risiko kardiovaskular yang terkait dengan minyak sawit sangat bergantung pada lemak lain yang dimakan bersamaan dengannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, the American Heart Association merekomendasikan untuk membatasi lemak jenuh hingga kurang dari enam persen dari total kalori harian.

Jadi, ada baiknya kita juga tak berlebihan, bahkan disarankan untuk menggantinya dengan minyak lain, atau metode masak yang berbeda.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.