Kompas.com - 22/10/2021, 14:34 WIB
Petugas kesehatan melakukan pendataan sebelum menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada warga Suku Baduy Luar di desa Kanekes, Lebak, Banten, Jumat (15/10/2021). sebanyak 200 peserta yang merupakan masyarakat Suku Baduy dalam dan luar diprioritaskan untuk mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas kesehatan melakukan pendataan sebelum menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada warga Suku Baduy Luar di desa Kanekes, Lebak, Banten, Jumat (15/10/2021). sebanyak 200 peserta yang merupakan masyarakat Suku Baduy dalam dan luar diprioritaskan untuk mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19.

KOMPAS.com – Penularan Covid-19 di Indonesia terus menurun bahkan kondisinya cenderung stabil meski mengalami fluktuasi harian.

Laporan Kementerian Kesehatan mencatat, kasus di Indonesia pada Kamis (21/10) bertambah 633 kasus, sedangkan kasus aktif turun sebanyak 782 kasus sehingga total tinggal 15.594 kasus. Sementara korban jiwa bertambah 43 orang.

Kondisi ini menunjukkan strategi yang dilakukan pemerintah untuk mengendalikan pandemi mulai menunjukkan hasil, termasuk program vaksinasi.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebutkan bahwa 175 juta dosis vaksin telah disuntikkan di Indonesia.

“Dunia menilai Indonesia cukup baik dalam mengejar target vaksinasi, bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang bukan produsen vaksin, Indonesia adalah yang terbaik. Kita berharap, vaksinasi pada 2022 mulai menggunakan Vaksin Merah Putih kita,” ujarnya dalam acara konferensi pers virtual (21/10).

Baca juga: Istana: Presiden Jokowi Lakukan Diplomasi Vaksin Covid-19 Sejak 2020, Vaksinasi Indonesia Kini Nomor 6 di Dunia

Walau begitu, menurutnya vaksinasi pada lansia masih menjadi tantangan. Diketahui, per 21 Oktober 2021, tercatat baru sekitar 36 persen sasaran vaksinasi lansia mendapatkan suntikan dosis pertama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Padahal untuk kelompok ini sudah kita mulai sejak akhir Maret dan mereka memiliki kerentanan tinggi,” tuturnya.

Nadia mengungkapkan, adanya mispersepsi dan hoaks adalah salah satu kendala utama yang terus berusaha diatasi.

“Vaksinasi tetap menjadi upaya utama mempertahankan kondisi COVID-19 yang telah membaik di tanah air. Berdampingan dengan disiplin protokol kesehatan (Prokes) yang tetap menjadi kunci walaupun relaksasi telah dibuka, serta upaya deteksi,” katanya.

Baca juga: Bagi Pria, Lebih Baik Vaksin Daripada Mengalami Disfungsi Ereksi

Dokter spesialis penyakit dalam dan vaksinolog, Dirga Sakti Rambe mengatakan, saat ini 48 persen penduduk dunia telah divaksin setidaknya satu kali dan lebih dari 6 miliar dosis telah disuntikkan.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.