BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Prodia

Berjalan Kaki dengan Lambat, Lebih Efektif Turunkan Berat Badan

Kompas.com - 07/02/2022, 14:00 WIB

KOMPAS.com - Ada banyak jenis olahraga yang bermanfaat untuk menurunkan berat badan, seperti berlari, berenang, termasuk melakukan latihan interval intensitas tinggi (HIIT).

Di samping itu, ternyata berjalan lambat juga bisa menurunkan berat badan secara bertahap, sekaligus membakar banyak kalori.

Demikian kesimpulan dari sebuah penelitian terbaru, yang tertuang dalam jurnal Nutrients.

Temuan dalam studi tersebut tentu mengejutkan banyak orang, sebab kita selama ini menganggap berjalan cepat adalah salah satu cara untuk menurunkan berat badan.

Baca juga: Ketahui, Metode Jalan Kaki Kaya Manfaat dengan Durasi Bervariasi

Temuan itu didapat usai tim peneliti melakukan studi selama 30 minggu dengan melibatkan 16 responden.

Para peserta diminta berjalan 4,8 kilometer per hari sebanyak empat kali seminggu dan mereka dibagi menjadi dua kelompok.

Setelah dipisah, para peserta dites berjalan dengan kecepatan yang berbeda. Satu kelompok berjalan dengan kecepatan, 6,6 kilometer per jam, sementara yang lain 5,5 kilometer per jam.

Para peneliti juga merekrut 25 responden lain untuk melakukan aktivitas yang sama tapi hanya selama 15 minggu.

Menariknya, tim peneliti menemukan, mereka yang berjalan cepat tidak kehilangan jumlah lemak tubuh secara signifikan -pada kelompok 15 minggu.

Para peserta yang dimasukkan dalam kelompok berjalan cepat untuk uji coba selama 30 minggu juga didapati kehilangan 1,24 persen lemak tubuh pada minggu ke-15.

Namun, mereka telah kehilangan 2,75 persen lemak tubuh pada akhir penelitian, sehingga disimpulkan kehilangan lemak hanya dimulai setelah titik tengah.

Baca juga: Olahraga 30 Menit vs Jalan Kaki 10.000 Langkah, Mana Lebih Baik?

Tapi, para peserta yang masuk kelompok berjalan lambat mengalami penurunan lemak secara bertahap selama 30 minggu.

Setelah 15 minggu, mereka telah kehilangan 4,2 persen lemak tubuh yang meningkat menjadi 7,5 persen pada akhir percobaan.

Para peneliti menyimpulkan, rata-rata kelompok yang berjalan lambat memiliki lemak tubuh 20 persen lebih banyak daripada yang berjalan lebih cepat.

Jadi, total lemak di dalam tubuh yang hilang tentu lebih banyak.

Tapi sebuah studi independen yang diterbitkan di JAMA justru mendapati hal yang berbeda.

Studi ini menemukan, meningkatnya durasi latihan akan berkontribusi pada hilangnya lemak tubuh dalam jumlah lebih besar.

Walau membantu menjelaskan alasan orang-orang yang berjalan lebih lambat bisa mengurangi lemak tubuh secara bertahap di seluruh percobaan.

Sayangnya studi soal manfaat berjalan lambat untuk menurunkan berat badan tidak menjelaskan alasan orang-orang yang berjalan cepat mendapatkan lemak tubuh sebelum penurunan di tahap kedua.

Baca juga: Jalan Kaki 30 Menit Membakar Berapa Kalori?

Karena itu usaha menurunkan untuk berat badan harus diimbangi dengan latihan intensitas tinggi.

Para peneliti mencatat, latihan secara intens meningkatkan kebugaran tubuh secara keseluruhan dan dapat membakar lemak untuk energi daripada mengandalkan karbohidrat dari makanan.

Entah ingin berjalan lambat atau cepat yang terpenting adalah jalan kaki adalah cara tepat bagi orang-orang yang ingin berolahraga secara gratis dan efektif untuk menurunkan berat badan.

Berjalan juga bisa diimbangi dengan olahraga lainnya yang sama-sama bermanfaat membakar kalori dan meningkatkan energi secara bersamaan.


Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.