Kompas.com - 09/02/2022, 12:59 WIB

Hal itu dikatakan Elisna Syahruddin, Direktur Eksekutif Research of Indonesian Association for the Study on Thoracic Oncology (IASTO).

"Ini merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah dan menurunkan jumlah insiden kanker paru di Indonesia," ujar Elisna.

Faktor risiko kanker paru biasanya disebabkan oleh kebiasaan merokok dan terpapar asap rokok secara terus menerus.

Pemicu kanker paru lainnya termasuk paparan zat karsinogen di tempat kerja atau riwayat kanker paru dalam keluarga.

Maka dari itu, dia menyarankan skrining dan deteksi dini agar penderita kanker paru ditemukan pada stadium awal.

Tujuannya agar penderita kanker paru memiliki untuk meningkatkan usia harapan hidupnya.

“Banyak negara telah menerapkan kebijakan skrining dengan menggunakan low-dose CT scan (LDCT) untuk deteksi dini kanker paru," imbuh Elisna.

"Kebijakan tersebut didukung oleh hasil studi di AS, Kanada, dan Eropa yang menunjukkan efektivitas biaya dalam program skrining kanker paru," tambahnya.

Elisna berharap kanker paru di Indonesia bisa segera masuk ke dalam program deteksi dini dari Kementerian Kesehatan.

Skrining pada kanker paru penting dilakukan agar masyarakat mengetahui faktor risiko tinggi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.