Kompas.com - 14/05/2022, 05:00 WIB

KOMPAS.comCinta mampu menjebak dan membuat kita merasa dilema sebelum mengambil keputusan saat hubungan sudah di ujung tanduk.

Hal tersebut seringkali membuat kita masih mempertahankan hubungan walau awalnya terpikir untuk putus karena si doi sudah berubah dan toxic.

Munculnya kebingungan itu merupakan hal yang lumrah karena kita sudah terbiasa menaruh cinta dan harapan pada pasangan.

Tapi, kalau merasa tidak ada yang bisa diperbaiki lagi, tak ada salahnya kembali mempertimbangkan udahan dengan pasangan.

Baca juga: Gangguan Kepribadian Histrionik Bikin Hubungan Asmara Penuh Drama

Walau mengakhiri tidak semudah ketika memulai hubungan, kita bisa mantap melakukannya dengan mempertimbangkan enam hal berikut ini.

1. Apakah kita terlalu berandai-andai?

Sangat mudah untuk terjebak dalam pola pikir bahwa hubungan kembali membaik apabila satu masalah terlewati.

Padahal pemikiran semacam itu akan semakin mengakar, mengisolasi kita, dan menjadi pola yang berulang.

Kalau toh pemikiran tersebut adalah pola berulang, renungkan apakah hal ini bisa ditoleransi seiring waktu.

Pertimbangkan juga waktu dalam kehidupan yang terbuang hanya untuk menunggu pasangan kita berubah.

2. Dengarkan perkataan teman

Teman kita mungkin mengatakan, “Wanita tidak pernah puas”, “Semua pria sama saja”, atau “Tidak ada cinta yang sempurna di dunia” saat hubungan sedang tidak baik-baik saja.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.