Medio by KG Media
Siniar KG Media

Saat ini, aktivitas mendengarkan siniar (podcast) menjadi aktivitas ke-4 terfavorit dengan dominasi pendengar usia 18-35 tahun. Topik spesifik serta kontrol waktu dan tempat di tangan pendengar, memungkinkan pendengar untuk melakukan beberapa aktivitas sekaligus, menjadi nilai tambah dibanding medium lain.

Medio, sebagai bagian dari KG Radio Network yang merupakan jaringan KG Media, hadir memberikan nilai tambah bagi ranah edukasi melalui konten audio yang berkualitas, yang dapat didengarkan kapan pun dan di mana pun. Kami akan membahas lebih mendalam setiap episode dari channel siniar yang belum terbahas pada episode tersebut.

Info dan kolaborasi: podcast@kgmedia.id

Ajari Anak untuk Menerima Kegagalan

Kompas.com - 24/05/2022, 21:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Nika Halida Hashina dan Ristiani D. Putri

KOMPAS.com - Penerimaan anak terhadap kegagalan terkadang membuatnya merasa buruk. Hal ini wajar karena ia merasa kecewa sebab ia merasa telah melakukan yang terbaik.

Namun, banyak orangtua saat ini yang tampaknya bersedia untuk berusaha lebih keras untuk melindungi anak-anak mereka dari rasa sakit akibat kegagalan. Hal ini terkadang dibarengi dengan orangtua yang terlalu protektif sehingga tanpa sadar menekan anak.

Ironisnya, kegagalan ini justru bermanfaat bagi anak. Belajar menghadapi kegagalan dapat membantu mereka mengembangkan karakteristik utama yang mereka perlukan untuk berhasil.

Hal ini seperti keterampilan mengatasi masalah, kontrol emosi, pemikiran kreatif, dan kemampuan untuk berkolaborasi. Hal ini juga dialami oleh tokoh dalam siniar Dongeng Pilihan Orangtua bertajuk “Dongeng Ikan Emas Ajaib” yang berekspektasi pada ikan ajaib sampai ia kecewa karena harta yang diterima hanya sementara.

Menurut Madeline Levine., penulis The Price of Privilege, "Orangtua lebih banyak melihat kegagalan sebagai sumber rasa sakit bagi anak mereka alih-alih kesempatan baginya untuk mengatakan, 'aku bisa mengatasi ini karena aku kuat.'"

Hal yang Dapat Dilakukan Orangtua

Hal ini bertujuan untuk membuat anak berlapang dada sekaligus mengerti bahwa tidak segala hal di dunia akan berjalan sesuai dengan keinginannya. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini dilansir dari Parents.

1. Jadilah pembimbing anak, bukan penyelamatnya

Orangtua tidak mungkin bisa terus berada di sisi anak tiap kali anak merasa gagal. Namun, orangtua memiliki kemampuan untuk menenangkan anak lewat bekal perkataan.

Baca juga: 6 Manfaat Menolong Orang Lain

Jika mendapati anak melakukan kesalahan yang berujung kegagalan hingga rasa kecewa, orangtua dapat menasehati mereka. Katakan bahwa ia bisa mencobanya di lain kesempatan. Satu kegagalan tidak dapat meruntuhkan mereka.

Berikan juga saran agar anak dapat menyelesaikan apa membuatnya merasa kecewa, misalnya jika anak membuat masalah, orangtua dapat memberikannya masukan tetapi jangan membantu menyelesaikannya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.