Kompas.com - 04/08/2022, 20:00 WIB

Itu menyebabkan waktu yang dihabiskan bersama pasangan tidak lagi terasa positif.

Kamu mungkin saja merasa tidak didukung dan merasa kebutuhan dan minat diri sendiri menjadi tidak penting.

Perasaan tersebut bisa timbul karena pasangan hanya peduli dengan apa yang ia sukai.

2. Komunikasi buruk

Komunikasi dalam hubungan yang toxic bisa dipenuhi oleh sarkasme, kritik, bahkan penghinaan.

Hal buruk tersebut tentunya berbanding terbalik dengan komunikasi dalam hubungan sehat yang saling menghormati.

Pasangan yang toxic bisa saja melontarkan ucapan sinis kepada orang lain.

Kamu mungkin mengulangi perkataan si toxic dengan kalimat mengejek dan mulai menghindar untuk melepaskan diri dari permusuhan.

3. Cemburu dan iri

Caraballo menerangkan bahwa timbulnya sedikit keirian merupakan hal yang lumrah dari waktu ke waktu.

Namun, ia mengingatkan iri bisa membuat orang-orang tidak berpikir positif tentang pasangan mereka.

Baca juga: Apa Hubungan Toxic Bisa Diperbaiki? Ini yang Harus Dipertimbangkan

Hal yang sama juga berlaku untuk kecemburuan sebagai emosi manusia yang alami.

Halaman:
Sumber Healthline


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.