Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/09/2022, 08:45 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Jika kita sedang berjuang untuk menurunkan berat badan, mungkin kita tidak hanya perlu menghindari makanan dengan komposisi yang buruk, tetapi juga memperhatikan cara menyantapnya.

Seringkali cara kita makan mempengaruhi seberapa banyak makanan yang kita santap. Baik dari sisi kecepatan makan, suasana saat makan, dan beberapa hal lain yang mempengaruhi nafsu makan.

Oleh karena itu, pelajari juga cara makan yang memaksimalkan rasa kenyang untuk menghindari kenaikan berat badan.

Baca juga: 7 Kebiasaan Makan yang Bisa Jadi Penyebab Cepat Lapar

Kebiasaan makan yang buruk

Nah, untuk mengetahuinya lebih lanjut, berikut adalah lima kebiasaan makan buruk yang sebaiknya dihindari agar kita bisa sukses menurunkan berat badan.

1. Makan saat sedang terburu-buru

Ini merupakan kebiasaan umum yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan dari waktu ke waktu.

Ketika kita makan saat sedang terburu-buru, apa yang kita makan biasanya apa yang ada saja, Jarang kita memilih makanan yang sehat, bahkan biasanya berupa makanan cepat saji

Sayangnya, makanan cepat saji mengandung lemak dan gula dalam jumlah tinggi, yang menyebabkan obesitas dan masalah kesehatan lainnya seperti diabetes maupun penyakit jantung.

Makanan cepat saji juga bisa jadi lebih mahal dibandingkan dengan menyiapkan makanan sendiri di rumah.

Terlepas dari kepercayaan populer bahwa makanan cepat saji itu murah, kita dapat menyiapkan makanan yang lebih sehat di rumah dengan harga lebih murah.

Ditambah lagi, kita akan membayar makanan cepat saji rendah nutrisi itu nanti dengan kesehatan yang buruk.

Selain itu, saat mengonsumsi makanan dengan terburu-buru, otak kita tidak mendapatkan pemberitahuan bahwa kita sudah kenyang.

Dibutuhkan sekitar dua puluh menit bagi otak untuk mendapatkan pesan itu.

Di samping itu, makan sambil bergerak juga meningkatkan kortisol, atau hormon stres yang mendorong kenaikan berat badan di area yang tidak diinginkan seperti pinggang dan perut.

Jadi, nikmati makanan secara perlahan dan hargai atribut sensoriknya agar kita lebih puas.

Jika tahu kita akan terburu-buru, rencanakan terlebih dahulu. Ada camilan sehat yang bisa membuat kenyang sampai makan malam atau makan siang.

Misalnya, cobalah wortel dengan hummus atau setengah buah alpukat dengan biskuit gandum utuh.

Apabila kita tidak memiliki waktu untuk makan yang tepat, ambil salad dari toko atau buatlah sendiri menggunakan bahan-bahan segar.

Baca juga: 5 Kebiasaan Makan Buruk yang Bisa Ganggu Penurunan Berat Badan

2. Makan di depan layar

Apakah kamu biasa menonton acara televisi atau bekerja di depan komputer sambil makan?

Kebiasaan seperti itu ternyata dapat meningkatkan berat badan dan mengurangi kenikmatan yang didapatkan dari makanan.

Kita semua memiliki kebiasaan buruk soal makan, tetapi kebiasaan itu bisa kita hilangkan.

Berikut ini beberapa tips untuk membantu kita menghentikan kebiasaan buruk multitasking saat makan:

• Duduklah di hadapan meja saat makan

Jangan makan di depan televisi atau layar komputer. Jika memungkinkan, ciptakan ruang khusus untuk makan yang jauh dari aktivitas lain di depan layar.

• Matikan alat elektronik sebelum duduk untuk makan

Jangan memeriksa email atau menonton video saat makan, bahkan jika itu hanya selama 10 menit.

Ini adalah langkah penting karena akan membantu kita fokus pada apa yang kita makan. Dengan strategi ini, kita juga akan lebih menikmati makanan dan merasa puas setelah makan.

• Ambil gigitan kecil dan kunyah perlahan-lahan

Hal ini akan memberikan waktu bagi otak untuk mengenali bahwa kita sudah kenyang, sehingga kita tidak makan berlebihan.

Ini juga memastikan kita merasakan dan menghargai apa yang masuk ke dalam tubuh.

Baca juga: 7 Kebiasaan Makan yang Bisa Sebabkan Perut Buncit

Ilustrasi makan berlebih atau makan terlalu banyak.SHUTTERSTOCK/MvanCaspel Ilustrasi makan berlebih atau makan terlalu banyak.
3. Memilih ukuran piring yang terlalu besar

Penelitian menunjukkan bahwa ukuran piring atau mangkuk tempat kita makan dapat mempengaruhi seberapa banyak kita makan.

Jika kita makan di atas piring yang lebih besar, makanan terlihat lebih kecil di piring dan kita merasa seperti makan lebih sedikit.

Oleh karena itu, kita lebih cenderung kembali menambah makanan.

Sebaliknya, makanan terlihat lebih banyak ketika berada di piring kecil, sehingga kita merasa puas dengan lebih sedikit.

Jika ingin mengurangi asupan kalori tanpa menderita rasa lapar, cobalah mengatur meja dengan piring yang lebih kecil.

Pilih juga warna-warna lembut untuk piring.

Merah, oranye, dan kuning adalah warna-warna cerah dan memotivasi yang merangsang nafsu makan, sementara warna seperti biru, hijau, atau coklat cenderung tidak membangkitkan nafsu makan dan tidak menyebabkan kita makan lebih banyak.

Baca juga: Ukuran Piring Sebabkan Berat Badan Berlebih pada Orang Dewasa

4. Makan di luar bersama orang lain

Temuan penelitian menunjukkan bahwa orang mengonsumsi lebih banyak kalori saat makan bersama orang lain daripada saat makan sendirian.

Mengapa?

Ketika makan bersama orang lain, kita kurang fokus pada makanan karena terganggu oleh percakapan dan waktu yang menyenangkan.

Ditambah lagi, dengan acara sosial, kita cenderung akan memesan makanan penutup berkalori tinggi atau minuman beralkohol berkalori tinggi.

Kita mungkin merasa seperti diharapkan atau diterima secara sosial untuk mengonsumsi lebih banyak kalori di restoran daripada di rumah.

Misalnya, jika semua orang di sekitar meja memesan makanan pembuka atau makanan penutup, pilihan satu orang dapat memengaruhi pilihan orang lain.

Ditambah lagi, minum alkohol dapat menyebabkan kita kehilangan jejak berapa banyak yang sudah kita makan.

Tetaplah dengan makanan yang seimbang dalam hal protein, karbohidrat, dan lemak (seperti salmon dengan nasi merah dan brokoli).

Dan jika pergi makan malam bersama teman atau anggota keluarga, kita bisa membujuk mereka untuk memesan sesuatu yang lebih sehat.

5. Menggunakan makanan sebagai cara untuk meredakan stres

Kita semua pernah mengalaminya. Berada dalam situasi stres dan yang kita inginkan hanyalah makanan yang menenangkan.

Tapi, inilah masalahnya. Mengonsumsi makanan tidak sehat saat sedang stres juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Mengonsumsi makanan berkalori tinggi saat stres dapat meningkatkan kadar gula darah, meningkatkan produksi insulin, dan memberitahu tubuh untuk menyimpan lemak daripada membakarnya.

Itu berarti, alih-alih menurunkan berat badan karena stres tentang pekerjaan, kita mungkin mulai menambah berat badan karena stres.

Jadi, apa yang harus Anda lakukan? Ya hindari makanan berkalori tinggi dan temukan cara lain untuk mengurangi stres seperti mendengarkan musik atau berbicara dengan teman yang membuat kita bisa tertawa.

Baca juga: 5 Kebiasaan Makan Buruk yang Bikin Berat Badan Gampang Naik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.