Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Manfaat Pijat Payudara untuk Laktasi hingga Ubah Penampilan

Kompas.com - 30/11/2022, 17:00 WIB
Ryan Sara Pratiwi,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pijat payudara merupakan salah satu metode perawatan diri (self care) yang dapat dilakukan untuk berbagai tujuan.

Pemijatan bisa dilakukan untuk mengidentifikasi kanker payudara, proses menyusui (laktasi), hingga meningkatkan penampilan payudara.

Ada pun pijat payudara ini bisa dilakukan sendiri di rumah dengan waktu setidaknya 15 menit untuk menuai manfaatnya.

Hanya ada sedikit risiko yang terlibat dalam metode ini. 

Oleh sebab itu, kita dapat melakukannya sesering mungkin, sesuai dengan kebutuhan dan waktu yang kita miliki untuk melakukannya.

Baca juga: Manfaat Kesehatan Pijat Payudara, Apa Saja?

Manfaat pijat payudara

Nah, seperti yang dilansir dari laman Healthline, berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai manfaat melakukan pijat payudara.

1. Kebutuhan menyusui

Ada semakin banyak penelitian yang menunjukkan, pijat payudara mungkin memiliki banyak manfaat bagi wanita menyusui.

Misalnya, dalam sebuah penelitian, sekelompok ibu menyusui baru diberikan dua kali pijat payudara selama 30 menit dalam 10 hari setelah melahirkan.

Dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak menerima pijatan, para ibu ini mengalami lebih sedikit nyeri payudara saat menyusui.

Tidak hanya itu, bayi mereka juga menyusu lebih banyak pada payudara dan ASI pun mengandung lebih sedikit natrium.

Dalam sebuah studi dari tahun 2004, para peneliti juga menemukan, pijat payudara sangat meningkatkan kualitas ASI ketika dilakukan pada tahun pertama setelah melahirkan.

Selain itu, pijat payudara juga dapat membantu meningkatkan aliran ASI.

Sebuah studi dari tahun 1994 menunjukkan, kombinasi menyusui dan pijat bekerja untuk mengosongkan saluran susu dan mendorong produksi lebih banyak susu.

Baca juga: Jangan Anggap Sepele, 7 Kebiasaan Ini Bisa Picu Kanker Payudara

Pijatan juga dapat membantu mencegah dan mengobati masalah seperti pembengkakan, saluran susu yang tersumbat, atau mastitis, infeksi pada jaringan payudara.

2. Deteksi dini kanker payudara

Pemeriksaan payudara sendiri dan pijat adalah cara untuk mengidentifikasi kanker payudara pada tahap paling awal.

Menurut sebuah penelitian, sekitar 25 persen wanita akhirnya mendeteksi kanker payudara mereka melalui pemeriksaan diri dan 18 persen lainnya menemukan kanker secara tidak sengaja.

Mendeteksi kanker pada tahap awal juga bisa meningkatkan hasil, maka sebaiknya jadikan itu bagian dari rutinitas harian.

3. Membuat penampilan payudara yang lebih baik

Beberapa orang mencoba pijat payudara sebagai cara untuk memperbaiki penampilan payudara yang kendor.

Pijat payudara diyakini dapat meningkatkan aliran darah ke jaringan payudara.

Di samping itu, memijat payudara dengan minyak, seperti minyak zaitun, bisa membantu meningkatkan kekencangan dan elastisitas kulit.

Sebagian besar bukti ini bersifat anekdot.

Namun dalam satu studi, para peneliti menemukan, striae gravidarum - lebih sering disebut sebagai stretch mark - dapat dicegah dengan memijat kulit menggunakan minyak.

Sebagai bagian dari penelitian, wanita hamil diminta untuk mengoleskan minyak almond ke tubuh mereka tanpa pijatan, atau memijat tubuh mereka selama 15 menit sehari menggunakan minyak almond.

Baca juga: Kelly Crump, Pose Swimsuit dengan Luka Bekas Operasi Kanker Payudara

Pada akhir penelitian, para wanita yang menggunakan minyak dan pijatan bersama-sama memiliki lebih sedikit stretch mark.

4. Merangsang sistem limfatik

Jaringan payudara kita meluas sampai ke area di bawah ketiak.

Ada banyak kelenjar getah bening di bagian tubuh ini dan memijatnya dapat membantu merangsang sistem limfatik.

Sistem limfatik bertanggung jawab untuk membantu tubuh mengeluarkan racun.

Jika kita pernah menjalani operasi pada kelenjar getah bening, kita mungkin mengalami penumpukan cairan limbah yang disebut lymphedema.

Kita mungkin juga mendengar jenis pijat payudara ini disebut sebagai drainase getah bening secara manual.

Menurut penelitian, 1:5 orang dengan kanker payudara mengembangkan limfedema.

Gejalanya meliputi pembengkakan di lengan, payudara, atau dada. Biasanya, itu hasil dari operasi atau radiasi.

Halaman:


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com