Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Kesalahan yang Kerap Dilakukan Saat Terapkan Intermittent Fasting

Kompas.com - 07/02/2023, 10:52 WIB
Sekar Langit Nariswari

Penulis

Sumber SCMP

Kurang minum

Asupan air yang tidak memadai juga sering jadi kesalahan saat melakukan intermitten diet.

Saat melakukan metode ini, hidrasi ekstra menjadi semakin penting karena kita membakar glikogen (suatu bentuk gula yang disimpan dalam tubuh), yang diperlukan oleh tubuh.

Makan malam terlalu larut

Tubuh kita dirancang untuk makan di siang hari, dan istirahat setelah matahari terbenam.

Jika kita makan malam terlalu larut malam, hal itu akan mengganggu ritme sirkadian dan memengaruhi siklus tidur-bangun.

“Penelitian telah menunjukkan bahwa makan larut malam akan meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan obesitas,” kata Holm.

Baca juga: BCL Mengaku Suka Makan Tengah Malam, Apa Dampaknya untuk Tubuh?

"Di sisi lain, penelitian telah menunjukkan bahwa melewatkan makan malam [makan dua kali sehari pada siang hari] menunjukkan peningkatan tekanan darah, mengurangi penanda risiko kardiovaskular dan mengatur peradangan pada pria."

Puasa berkepanjangan terlalu sering

“Saya berbicara tentang puasa 36, 48, 72 jam atau lebih di sini. Jenis puasa ini hanya boleh dilakukan sesekali, ”kata Holm.

Stres adaptif sesekali dari puasa baik untuk tubuh kita karena mengaktifkan jalur tertentu yang memperbaiki DNA dan memicu autophagy.

Hal ini bisa menjadi cara tubuh membersihkan sel yang rusak untuk meregenerasi sel yang lebih baru dan lebih sehat.

Namun berpuasa terlalu lama, terlalu sering akan membuat tubuh kita terlalu stres dan kehilangan manfaat baiknya.

Baca juga: Trik yang Lebih Ampuh Turunkan Berat Badan daripada Diet Puasa

Makan terlalu banyak setelah puasa

Makan besar segera setelah puasa panjang akan menyebabkan kadar glukosa darah dan insulin melonjak.

Tidak hanya menggagalkan tujuan diet, ini juga berisiko untuk kesehatan.

“Lebih baik mengenalkan makanan yang mudah dicerna dan dengan indeks glikemik rendah dalam jumlah yang wajar,” kata Holm.

Aktivitas berlebihan saat puasa

Pelaku intermitten fasting harus membatasi aktivitasnya saaat sedang berpuasa.

Halaman:
Sumber SCMP
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com