Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/07/2023, 18:00 WIB
Sekar Langit Nariswari

Penulis

Sumber SELF

KOMPAS.com - Cuaca panas tak hanya membuat keringat berlebih namun juga emosi tak terkontrol.

Kadang kala, kepanasan membuat kita lebih rewel, kesabaran menipis hingga benar-benar marah tanpa alasan jelas.

Kondisi ini rupanya sepenuhnya normal dan tidak hanya soal mood kita saja.

Baca juga: Riset Ungkap, Mudah Marah Pertanda Merasa Lebih Pintar

“Saat suhu naik, kita bisa menjadi lebih emosional dan marah,” kata Joshua Klapow, PhD, psikolog klinis di Birmingham.

“Tapi hanya saat kita berpindah dari kenyamanan relatif ke ketidaknyamanan relatif. Saat kita menjadi lebih tidak nyaman secara fisik, kemampuan kita untuk mengelola emosi kita berkurang," jelasnya.

Ia menambahkan, sistem saraf melepaskan adrenalin dan bahan kimia terkait karena berusaha mengatur suhu yang semakin panas, yang dipahami tubuh sebagai ancaman.

“Jadi semakin panas tubuh kita, kita kehilangan kemampuan untuk mengatur impuls yang terkait dengan ketidaknyamanan itu,” terang Dr. Klapow.

"Kita menjadi lebih impulsif secara emosional karena kita fokus mengatur tubuh kita."

Satu meta-analisis dan tinjauan penelitian tahun 2021, yang diterbitkan dalam jurnal Environment International, menemukan korelasi antara suhu rata-rata yang lebih tinggi dan hasil kesehatan mental yang buruk.

Baca juga: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Kepanasan?

Data ini menunjukkan bahwa ada sedikit peningkatan (2,2 persen ) dalam kematian terkait kesehatan mental per setiap 1,8 derajat Fahrenheit kenaikan suhu.

Ilustrasi kepanasanBartek Szewczyk Ilustrasi kepanasan
Diketahui pula jika penerimaan rumah sakit terkait kesehatan mental dan kunjungan gawat darurat untuk kondisi kesehatan mental seperti kecemasan, gangguan depresi, skizofrenia, dan lainnya meningkat saat cuaca panas.

Coping mechanism kita sebagian besar terkait dengan perasaan tidak terlalu baik di tubuh sendiri.

"Tubuh kita bekerja untuk beradaptasi dengan iklim tempat kita berada," kata Dr. Klapow.

Baca juga: 3 Penyebab Istri Mudah Marah dan Bicara Ketus

Saat lingkungan fisik kita berubah, termasuk perubahan suhu, tubuh kita bekerja untuk beradaptasi

"Upaya itu menghilangkan kemampuan kita untuk mengatur emosi. Dan karena lingkungan tempat kita berada berubah secara signifikan, melalui gelombang panas atau suhu beku, kita harus beradaptasi," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Sumber SELF
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com