KOMPAS.com - Temulawak atau biasa disebut Javanese Turmeric termasuk tanaman herbal yang dikenal luas akan manfaatnya bagi kesehatan.
Akar dari temulawak ini mengandung senyawa curcuminoid dan minyak atsiri, yang memiliki sifat anti-inflamasi, antioksidan, dan antimikroba.
Dengan kandungan tersebut, tidak heran jika temulawak kerap dijadikan sebagai obat tradisional.
Baca juga: Jangan Diabaikan, Kenali 7 Efek Samping Konsumsi Temulawak Berlebihan
Temulawak dapat dijadikan obat tradisional untuk mengatasi sejumlah penyakit, mulai dari masalah pencernaan, menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan sistem kekebalan tubuh hingga mengurangi peradangan di dalam tubuh.
Sejumlah penelitian pun menyebut bahwa temulawak bisa dikonsumsi untuk mencegah pembentukan sel kanker tertentu.
Menurut Formularium Ramuan Obat Tradisional dari Kemenkes RI, ada cara paling efektif untuk minum temulawak sebagai pengobatan tradisional yaitu dijadikan minuman jamu.
Untuk mengolahnya, kita dapat merebus rimpang temulawak yang sudah dibersihkan sebanyak 25-50 gram.
Kemudian air rebusan temulawak itu diminum satu jam sebelum makan untuk mengoptimalkan khasiatnya.
Selain itu, temulawak juga dapat diolah menjadi bubuk dengan mengeringkannya dan ditumbuk sampai halus.
Bubuk temulawak tersebut perlu diseduh dengan air panas. Jika tidak suka dengan rasanya, beberapa tambahan bahan alami seperti madu atau rempah lain mungkin bisa ditambahkan ke dalam gelas.
Baca juga: Jerawat hingga Tumor, 6 Khasiat Temulawak untuk Cegah Penyakit
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.