Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fakta-fakta Sistem Pencernaan, Tahukah Kamu Berapa Ukuran Usus?

Kompas.com - 01/08/2023, 12:05 WIB
Ryan Sara Pratiwi,
Wisnubrata

Tim Redaksi

Salah satu alasannya adalah pola makan modern mencakup lebih sedikit makanan yang terkait dengan kanker perut atau menyehatkan bagi pencernaan.

Selain itu, kemajuan dalam mengobati H. pylori juga membantu menurunkan risiko penyakit ini.

Baca juga: Hindari, 9 Makanan yang Bisa Sebabkan Masalah Pencernaan

4. Deterjen usus

Sistem pencernaan dalam tubuh kita memiliki 'deterjen' usus, atau asam empedu, yang mampu memecah lemak yang kita konsumsi untuk diserap ke dalam aliran darah.

Asam empedu pada dasarnya adalah cairan pencernaan yang dibuat oleh hati. Tanpanya, kita tidak dapat mencerna atau menyerap lemak.

5. Kolesterol dan lemak

Hati menggunakan kolesterol untuk membuat asam empedu dan empedu adalah satu-satunya cara tubuh untuk membuang kelebihan kolesterol.

Tubuh kita juga menggunakan kolesterol untuk membuat hormon seks seperti estrogen dan testosteron.

Jika kita memiliki penyakit hati, maka kita akan mengalami kesulitan menyerap lemak, serta masalah hormonal.

Tetapi, lemak yang dibakar tubuh untuk energi, secara kimiawi berbeda dengan kolesterol. Itulah mengapa label makanan mencantumkan lemak dan kolesterol secara terpisah.

6. Masalah gluten

Kebanyakan orang dengan intoleransi gluten tidak menderita penyakit celiac.

Penyakit celiac terjadi ketika gluten (protein dalam gandum, jelai, dan gandum hitam) menyebabkan sistem kekebalan tubuh merusak usus kecil.

Gejalanya meliputi sakit perut dan kembung, diare kronis, serta kelelahan.

Banyak orang yang tidak toleran terhadap gluten tidak memiliki diagnosis ini, tetapi masih merasa lebih baik dengan diet rendah gluten atau bebas gluten.

Alasan kita merasa lebih baik (atau bahkan menurunkan berat badan) adalah karena diet ketat ini rendah karbohidrat.

Baca juga: Gaya Hidup yang Diperlukan Agar Pencernaan Sehat

7. Suplemen tidak banyak mendukung kesehatan pencernaan

Saluran pencernaan kita mengandung banyak bakteri menguntungkan.

Tetapi, mengonsumsi suplemen probiotik (bakteri hidup atau kering) kemungkinan tidak akan memberikan dorongan lebih bagi kesehatan pencernaan.

Alasannya karena bakteri yang menguntungkan ini sebagian besar berada di usus besar sehingga suplemen probiotik jarang sekali dapat bertahan dari asam dan gejolak lambung, atau enzim di usus kecil.

8. Kekuatan prebiotik

Jika ingin meningkatkan bakteri dalam usus, konsumsilah asupan berserat tinggi, atau suplemen serat (dengan persetujuan dokter).

Serat adalah prebiotik yang dapat diubah oleh bakteri menjadi bahan kimia yang sehat untuk makanan.

Di samping itu, serat juga dapat meminimalkan risiko kanker usus besar.

Baca juga: Kenali, 2 Jenis Serat Pangan yang Penting bagi Kesehatan Pencernaan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com