Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Hobi Slow Living agar Hidup Lebih Bahagia dan Tenang

Kompas.com - 04/09/2023, 09:57 WIB
Sekar Langit Nariswari

Penulis

Membaca

Hobi membaca buku, fiksi maupun non fiksi, membuat kita tidak tergantung pada layar digital sekaligus melepaskan tekanan rutinitas harian.

"Slow living sering kali dapat membantu kita merasa lebih tenang, tidak terlalu cemas, dan tidak terlalu kewalahan. Hal ini juga dapat membantu mengurangi gejala stres fisik – kita mungkin merasa tidak terlalu gelisah, misalnya, atau berkurangnya rasa ketegangan,” tambah Eloise.

Memasak

“Mempelajari keterampilan baru di dapur selalu merupakan cara yang bagus untuk bersantai dan berarti Anda benar-benar dapat menikmati hasil kerja keras Anda,” kata Catharina.

Baca juga: Tips Memasak Ala Penduduk Zona Biru agar Panjang Umur

Tidak hanya untuk mencapai menu yang sempurna tapi soal menjadi kreatif, menikmati ritual, dan mengalihkan perhatian kita dari stres sehari-hari.

Menjahit dan membuat kerajinan

Kedua hobi ini bisa menjadi alternatif slow living di era yang serba cepat dan semakin digital.

Terbukti, peminatnya semakin tinggi karena manfaatnya untuk menghilangkan penat.

Hobi slow living lainnya termasuk mewarnai, membuat sabun, membuat lilin, membuat scrapbook, dan origami.

Baca juga: Panduan Menjalani Slow Living di Akhir Pekan agar Hidup Lebih Bahagia

Birdwatching

Mengamati burung bisa menjadi aktivitas meditasi karena kita dibawa ke lokasi yang tenang tanpa gangguan apa pun.

Khusus bagi penderita demensia, mendengarkan kicau burung terbukti dapat mengurangi stres, kecemasan, dan depresi.

Baca juga: 5 Tips Merawat Burung agar Tetap Sehat dan Bahagia

Kadang kala, kita memang tidak bisa menyaksikan burung yang diinginkan tapi ada unsur alam lain yang bisa dinikmati.

Pengamatan burung, serta manfaatnya bagi suasana hati dan kesejahteraan, sangat dapat dirasakan orang-orang dari segala usia.

Trekking

Berjalan kaki, seperti trekking di gunung atau hutan, termasuk dalam hobi slow living.

Kebiasaan ini bisa seningkatkan suasana hati kita dan mengubah perspektif, selain juga manfaatnya untuk kebugaran.

"Berada di alam terbuka sangat bagus untuk mengurangi tingkat stres, menurunkan detak jantung dan tekanan darah, serta membuat kita merasa lebih rileks, membumi, dan percaya diri," jelas Karen Liebenguth, praktisi slow living dari Inggris.

Baca juga: Cara Menerapkan Slow Living di Keseharian Tanpa Perlu Jadi Orang Kaya

Menghabiskan waktu di alam juga membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh kita, meningkatkan suasana hati kita dan mengurangi perasaan terisolasi.

Melukis

ilustrasi melukisshutterstock ilustrasi melukis
Hobi slow living lainnya yang bisa dicoba adalah melukis.

Konsentrasi yang dibutuhkan saat melukis menjadi pengalaman untuk berpikir dan merasakan dengan lebih lambat.

Melukis juga merupakan tindakan kreatif yang memungkinkan kita mengekspresikan diri, pikiran, dan emosi.

Baca juga: Seperti Dilakukan SBY, Ketahui Manfaat Melukis di Masa Pandemi

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com