Kompas.com - 19/03/2018, 09:00 WIB
. VIA THINKSTOCK.

Lebih jauh, salah satu peneliti dari New York State University, Sherri Mason mengatakan kepada AFP, 65 persen partikel plastik yang ditemukan adalah "fragmen" plastik, dan termasuk plastik yang digunakan untuk membuat tutup botol.

"Saya pikir, kontaminasi ini datang dari proses pengemasan air di dalam wadah plastik tersebut," kata dia.

"Jadi dapat dipastikan bahwa kandungan plastik dalam air datang dari kemasan plastik itu sendiri, dari tutupnya, dan dari proses industrial di pabrik," sambung dia.

Lantas, apakah mengonsumsi minuman yang terkontaminasi semacam ini berbahaya bagi kesehatan?

Baca juga: Rekomendasi Asupan Air Minum untuk Anak Setiap Hari

Para peneliti dalam studi ini belum mengungkapkan dengan jelas apa risiko air yang terkontaminasi plastik itu bagi tubuh manusia.

Selain itu, mikroplastik pun kerap ditemukan dalam ikan, kerang, hingga air keran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tapi diyakini ada hubungan dengan peningkatan jenis kanker tertentu, penurunan jumlah sperma, hingga meningkatnya risiko ADHD dan autisme pada anak."

Bantahan

Presiden dan CEO The International Bottled Water Association Joe Doss dalam pernyataan tertulis menyebut penelitian tersebut tidak dilakukan dengan landasan ilmiah yang jelas.

Dia lantas menuding, penelitian itu tak memiliki tujuan tertentu, selain menakut-nakuti konsumen. 

Halaman:


Sumber USA Today
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.