3 Manfaat Minum Kopi untuk Kesehatan Otak

Kompas.com - 16/01/2019, 11:53 WIB
Ilustrasi minum kopi Wavebreakmedia LtdIlustrasi minum kopi
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Kopi masuk dalam daftar jajaran minuman populer semua kalangan. Minuman ini tersedia dalam berbagai variasi dan bisa disajikan hangat maupun dingin.

Salah satu manfaat minum kopi yang umumnya diketahui banyak orang adalah sebagai pengusir kantuk. Namun, bukan hanya itu. Minum kopi ternyata berdampak baik pada kesehatan otak. Penasaran apa saja manfaatnya?

Kopi mengandung ratusan senyawa bioaktif yang dapat menjaga kesehatan tubuh, termasuk otak. Nah, sebagian besar senyawa tersebut adalah antioksidan yang mampu melawan kerusakan akibat radikal bebas dalam sel.

Beberapa bahan aktif pada kopi yang menyehatkan tersebut, antara lain:

  • Kafein. Zat psikoakif yang dapat menstimulasi sistem saraf pusat.
  • Asam klorogenik (CGA). Antioksidan polifenol yang berperan dalam metabolisme gula darah dan mengatur tekanan darah.
  • Cafestol dan kahweol. Minyak alami kopi yang baik untuk hati dan melindungi sel-sel tubuh tetap sehat.
  • Trigonelline. Senyawa alkaloid yang berperan dalam pengolahan asam nikotinat (vitamin B3), mencegah gigi berlubang, dan menghambat pertumbuhan bakteri.

Banyaknya jumlah setiap zat pada kopi sangat bervariasi, tergantung jenis biji kopi, bagaimana biji kopi diolah, dan seberapa banyak kita minum kopi.

Baca juga: Memahami Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Minum Kopi

Manfaat minum kopi bagi kesehatan otak

Manfaat minum kopi akan kita dapatkan jika asupannya sesuai, diminum di waktu yang tepat, dan pilihan kopinya juga berkualitas. Beberapa manfaat minum kopi pada kesehatan otak yang mungkin kita dapatkan, meliputi:

1. Meningkatkan fokus

Menurut sebuah studi, kandungan kafein pada kopi dapat memengaruhi fungsi otak. Kafein yang terbawa oleh aliran darah berinteraksi dengan reseptor adenosin dan merangsang produksi serotonin, dopamin, dan nonadrenalin.

Ketiga senyawa ini membuat kita jadi lebih waspada dan fokus, yang mendorong proses berpikir jadi lebih efisien. Ketiga senyawa tersebut juga bantu memperbaiki suasana hati.

Baca juga: Konsumsi Cokelat, Kopi dan Teh Bisa Memperpanjang Usia, Asal...

2. Mempertajam daya ingat

Selain membuat lebih waspada, kafein juga dapat meningkatkan ketajaman memori. Tanpa memerintah otak untuk mengingat sesuatu, kafein dapat merangsang otak untuk mengingat hal yang mungkin dilupakan.

Namun, jika dikonsumsi terlalu banyak, kafein bisa juga menghasilkan ingatan yang tidak akurat. Peningkatan daya ingat akibat kafein di otak cenderung lebih sering terjadi pada orang yang jarang minum kopi.

Baca juga: Apakah Kopi Benar-Benar Menyehatkan?

3. Menurunkan risiko penyakit otak dan saraf

Sama seperti bagian tubuh yang lainnya, otak juga akan mengalami penurunan fungsi. Berbagai penyakit pun dapat menyerang otak, salah satunya demensia dan Alzheimer.

Penyakit tersebut menyebabkan daya ingat dan kemampuan berpikir memburuk serta perubahan perilaku dalam menjalani kegiatan sehari-hari.

Risiko kedua penyakit ini terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Namun, perkembangan penyakitnya dapat diperlambat dengan minum kopi.

Periset percaya bahwa kandungan antioksidan dan senyawa antiradang yang terkandung pada kopi dapat mengurangi peradangan pada sel-sel otak.

Selain demensia dan Alzeheimer, kandungan kafein pada kopi juga dipercaya membantu mencegah penyakit Parkinson.

Penyakit ini menandakan bahwa sel-sel saraf di otak yang memproduksi dopamin rusak atau mati. Akibatnya, gerakan tubuh akan terganggu dan menimbulkan tremor pada tubuh.

Jadi, sudahkan kamu minum kopi hari ini?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X